fbpx
Article

Hati-Hati dengan Gingivitis! Kenali Penyebab dan Penanganannya

  • Home
  • -
  • Keluhan Gigi
  • -
  • Hati-Hati dengan Gingivitis! Kenali Penyebab dan Penanganannya
Hati-Hati dengan Gingivitis! Kenali Penyebab dan Penanganannya

Gigi, gusi dan mulut merupakan salah satu organ di tubuh kita yang rentan mengalami masalah jika tidak dirawat dengan baik. Salah satu masalah yang bisa terjadi pada gusi adalah gingivitis. Gingivitis adalah masalah gigi yang menyerang sebagian besar orang. Sebanyak 5-15% orang dewasa diperkirakan mengalami gingivitis.

Dalam artikel ini kita akan membahas lebih jauh tentang apa itu gingivitis, apa saja penyebab dan gejala serta langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang bisa kamu lakukan. Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut ini!

Apa Itu Gingivitis?

Gingivitis adalah salah satu jenis penyakit gusi atau penyakit periodontal yang umum dan ringan. Gingivitis menyebabkan iritasi, kemerahan dan pembengkakan atau radang pada bagian gingiva. Gingiva sendiri adalah bagian gusi yang berada di sekitar pangkal gigi.

Jika kamu mengalami masalah radang gusi, penting untuk segera menanganinya dengan serius dan mengobatinya. Gingivitis bisa menyebabkan penyakit gusi yang lebih serius yang disebut dengan periodontitis. Jika tidak ditangani dengan baik, kamu berisiko akan kehilangan gigi.

Apa Penyebab Munculnya Gingivitis?

Seperti halnya masalah kesehatan gigi dan mulut lainnya, gingivitis bisa muncul karena sejumlah penyebab dan faktor. Penyebab munculnya gingivitis antara lain adalah:

Kurang Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Salah satu penyebab paling umum dari gingivitis adalah kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi atau di sela antara gigi dan gusi harus dibersihkan setiap hari. Jika tidak, ini akan menyebabkan munculnya tumpukan plak yang menjadi sarang bakteri. Plak yang menempel dan mengeras inilah yang menyebabkan gusi mengalami infeksi.

Sikatlah gigi setiap hari atau idealnya 2 kali sehari dengan pasta gigi selama 2 menit. Jika ada bagian yang sulit dijangkau (seperti kotoran yang tersangkut di sela gigi), gunakan benang floss untuk membersihkannya. Berkumurlah dengan menggunakan mouthwash untuk membunuh bakteri yang menyebabkan bau mulut.

Kebiasaan Suka Merokok

Kebiasaan merokok ternyata tidak hanya buruk untuk kesehatan organ pernapasan saja, tapi juga untuk kesehatan gigi dan mulut. Merokok diketahui bisa menyebabkan penyakit gusi termasuk gingivitis.

Orang yang memiliki kebiasaan merokok berpeluang lebih besar untuk memproduksi plak yang menyebabkan penyakit gusi. Ini karena merokok bisa menyebabkan kurangnya oksigen dalam aliran darah. Efeknya, gusi yang mengalami infeksi akan susah sembuh. Orang yang memiliki masalah atau penyakit gusi seperti gingivitis dan merokok akan sembuh lebih lama dibandingkan non-perokok. Penyakit gusi masih menjadi penyebab paling umum hilangnya gigi pada orang dewasa.

Perubahan Hormonal

Wanita dengan berbagai perubahan hormonal unik sepanjang usianya ternyata memiliki kepekaan yang meningkat terhadap beberapa masalah kesehatan. Perubahan hormonal bisa memengaruhi suplai darah ke gusi dan mengubah cara tubuh merespons penumpukan plak. Perubahan ini bisa menyebabkan gingivitis dan penyakit periodontal yaitu infeksi dan peradangan pada gusi dan tulang yang menopang gigi.

“Perubahan hormon steroid seks bisa terjadi selama masa pubertas, masa kehamilan dan masa menopause,” ungkap Mia Geisinger, DDS, professor di Universitas Alabama di Birmingham School of Dentistry.

Konsumsi Obat-obatan Tertentu

Berdasarkan riset yang diterbitkan di National Library of Medicine, ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa menyebabkan pelebaran pada gingivitis yang dialami oleh orang yang mengonsumsinya. Pelebaran ini terjadi sebagai bentuk efek samping dari konsumsi obat tersebut. Obat-obatan yang termasuk dalam kategori DIGO (Drug-Induced Gingival Overgrowth) contohnya adalah fenitoin, siklosporin dan nifedipin.

Pemakaian Gigi Palsu yang Tidak Sesuai

Gigi palsu merupakan solusi bagi banyak orang yang memiliki gigi yang tidak lengkap. Dengan menggunakan gigi palsu, orang yang pernah kehilangan gigi dapat kembali menggunakan organ mulutnya secara optimal. Tidak hanya untuk makan dan mengunyah saja, tapi juga untuk berbicara dengan jelas. 

Gigi palsu sendiri bisa terbuat dari bahan yang berbeda-beda mulai dari akrilik, logam hingga varlast. Jenis bahan yang berbeda-beda ini dapat berpengaruh pada penggunanya. Beberapa orang mungkin tidak cocok dengan bahan akrilik atau logam. Ketidakcocokan ini bisa menyebabkan infeksi pada gusi, termasuk gingivitis.

Selain bahan dari gigi palsu, infeksi gusi juga bisa terjadi ketika kamu tidak membersihkan gigi palsumu dengan baik. Sama seperti gigi biasa, gigi palsu juga bisa menjadi tempat penumpukan plak. Jika dibiarkan, ini bisa menyebabkan infeksi gusi semakin parah.

Faktor Usia

Frekuensi masalah gigi baik kerusakan gigi, penyakit gusi atau penyakit periodontal cenderung akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Karena itu, mereka yang berusia 60 tahun ke atas lebih sering mengalami gangguan kesehatan gusi seperti gingivitis maupun periodontitis. Perawatan gigi dan gusi yang benar sejak dini akan membantu menurunkan risiko gingivitis di masa tua.

Faktor Genetik

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan genetik antara respons imut tubuh kita dan perkembangan periodontitis (infeksi gusi) kronis. Menurut American Dental Association, genetik menjadi salah satu faktor risiko berkembangnya penyakit gusi termasuk gingivitis.

Jadi kalau ada salah satu anggota keluargamu yang memiliki riwayat penyakit gusi, ada kemungkinan kamu juga akan mengalaminya. Tapi tidak perlu khawatir karena sikap proaktif dan mengambil tindakan pencegahan akan membantu kamu mengatasinya. Sampaikan mengenai faktor risiko ini kepada dokter gigimu saat pemeriksaan rutin sehingga mereka akan memastikan kondisi ini tidak terjadi pada dirimu.

Gejala Awal Mula Munculnya Gingivitis

Gusi yang sehat akan terasa padat saat disentuh, warnanya pink pucat dan melekat kuat dengan gigi. Jika kamu mengalami gingivitis, beberapa gejala yang mungkin kamu alami antara lain:

Perubahan Warna Gusi Merah Menjadi Hitam

Ketika gusi berubah warna menjadi merah, ungu bahkan kehitaman, ini adalah tanda bahaya. Jika kamu mendapati hal ini, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter karena kamu mungkin mengalami masalah gusi.

Gusi Gampang Berdarah

Gejala lain gingivitis yang perlu kamu perhatikan adalah gusi yang gampang berdarah. Jika kamu merasa gusimu mudah berdarah saat sedang menyikat gigi atau melakukan flossing dengan benang gigi, itu bisa mengindikasikan gusimu sedang mengalami masalah kesehatan.

Gusi Bengkak dan Lunak Ketika Disentuh

Seperti yang sudah disebutkan, gusi yang sehat memiliki warna pink pucat dan tekstur yang padat jika disentuh. Selain warnanya yang berubah, gusi yang mengalami gingivitis akan bengkak dan terasa lunak ketika disentuh. 

Penyebab utama pembengkakan ini adalah radang yang disebabkan oleh penimbunan plak bakteri di sekitar gigi dan gusi. Plak ini mengandung bakteri yang merusak jaringan gusi yang membuatnya jadi bengkak, lunak dan menjadi lebih sensitif.

Gusi yang Menyusut

Penyusutan gusi juga merupakan gejala yang umum terjadi pada gingivitis. Ketika gingivitis tidak diobati, peradangan bisa berlanjut dan menyebabkan gusi mulai menyusut atau terlihat ‘mundur’ dari gigi. Ini mengakibatkan bagian akar gigi yang biasanya tertutup oleh gusi menjadi terlihat.

Gusi yang menyusut akan membuat gigi terlihat lebih panjang dan membuat gigi menjadi hipersensitif terhadap panas dan dingin.

Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut yang tidak sedap adalah gejala lain yang sering dikaitkan dengan gingivitis. Bakteri yang terkandung dalam plak gigi dapat berkembang biak dan menghasilkan senyawa yang menyebabkan mulut beraroma tidak sedap. Kondisi ini dapat mengganggu penderitanya, terutama jika harus berinteraksi sosial dengan orang lain.

Untuk mengatasi masalah bau mulut yang disebabkan oleh gingivitis, dibutuhkan tindakan pengobatan radang dan menghilangkan plak dengan rajin membersihkan gigi serta flossing. Jika kondisi gingivitis sudah parah, kamu mungkin harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Nyeri Saat Mengunyah Makanan

Nyeri saat mengunyah makanan adalah gejala lain yang bisa dialami oleh penderita gingivitis. Karena gusi menjadi bengkak, sensitif dan kadang berdarah saat tertekan, maka mengunyah makanan bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Penderita gingivitis mungkin akan merasakan nyeri atau tidak nyaman saat mengunyah, terutama jika makanan tersebut keras atau tajam.

Namun, pada kasus gingivitis yang ringan, kemungkinan penderitanya tidak akan merasakan ketidaknyamanan atau gejala yang jelas.

Jika kamu merasakan tidak nyaman pada gigi dan mencurigai dirimu mengalami gingivitis, kamu bisa memeriksakan diri ke dokter gigi. Dokter akan melakukan pemeriksaan di mulut dan gigi untuk mencari ada atau tidaknya gusi yang lunak, berubah warna menjadi ungu atau kemerahan. 

Dokter akan menggunakan alat untuk melakukan pemeriksaan dengan cermat untuk menentukan apakah kamu mengalami gingivitis atau periodontitis (gingivitis tingkat lanjut). Jika masalah gusimu sudah dikonfirmasi, biasanya tidak dibutuhkan tes lebih lanjut. Tapi rontgen gigi mungkin dibutuhkan untuk memastikan apakah infeksi sudah menyebar ke struktur pendukung gigi atau belum.

Prosedur Pengobatan Gingivitis

Perawatan yang tepat umumnya bisa membantu meringankan gejala gingivitis sekaligus mencegahnya melebar atau berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius dan kehilangan gigi. 

Sebelum melakukan perawatan, dokter terlebih dahulu akan melakukan diagnosis. Diagnosis dibutuhkan untuk memastikan masalah gigi dan gusi yang kamu alami sehingga pilihan memudahkan dalam pemilihan prosedur perawatan terbaik. Gingivitis umumnya didiagnosis dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Peninjauan kondisi kesehatan gigi dan mulut kamu yang mungkin berkontribusi pada gejala yang kamu alami
  • Pemeriksaan menyeluruh pada gigi, gusi, mulu dan lidah untuk mencari apakah ada tanda-tanda peradangan
  • Mengukur kedalaman saku alur antara gusi dan gigi. Dokter akan memasukkan probe gigi ke samping gigi di bawah garis gusi (biasanya di beberapa tempat). Pada mulut yang sehat, kedalaman saku alur biasanya antara 1 sampai 2 milimeter. Jika kedalaman pertemuan gigi dan gusi lebih dari 4 milimeter, ini bisa menjadi indikasi adanya penyakit gusi
  • Rontgen gigi. Rontgen gigi mungkin dibutuhkan untuk memeriksa pengeroposan tulang. Pengeroposan tulang ini bisa terjadi di area saku alur atau kantung gusi yang lebih dalam
  • Pemeriksaan lain sesuai kebutuhan. Jika setelah pemeriksaan dokter tidak menemukan penyebab alami yang jelas dari radang gusi atau gingivitis yang kamu alami, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menjalani evaluasi medis untuk mencari kondisi medis yang mendasarinya. Apabila penyakit gusi yang kamu alami sudah sampai ke tingkat lanjut, dokter gigi mungkin akan merujuk kamu ke dokter spesialis penyakit gusi atau periodontist.

Setelah proses diagnosis, dokter akan menyarankan beberapa pilihan penanganan sesuai kebutuhan. Beberapa opsi prosedur perawatan yang mungkin akan direkomendasikan oleh dokter antara lain:

Pembersihan Gigi Secara Profesional

Pembersihan gigi secara profesional dilakukan dengan menghilangkan semua sisa plak yang menempel, karang gigi dan sumber bakteri lainnya yang ada pada gigi. Prosedur ini dikenal sebagai scaling dan root planning.

Pembersihan karang gigi akan menyingkirkan karang gigi dan bakteri dari permukaan gigi dan di bagian bahwa gusi. Sementara itu root planning akan menghilangkan produk bakteri yang dihasilkan oleh peradangan, membuat permukaan akar gigi jadi lebih halus, mencegah karang gigi menumpuk dan menimbulkan bakteri lebih lanjut. Semua proses ini memungkinkan penyembuhan yang lebih cepat pada gingivitis yang kamu alami.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan menggunakan laser, instrumen maupun perangkat ultrasonik (tergantung fasilitas di klinik yang kamu pilih).

Restorasi Gigi

Pada kasus gingivitis tertentu, restorasi gigi mungkin dibutuhkan sebagai bentuk penanganan. Gigi yang tidak sejajar, pemasangan mahkota, jembatan gigi (bridges), atau restorasi gigi lain yang tidak tepat bisa mengiritasi gus dan mempersulit pembersihan plak selama perawatan gigi harian.

Jika masalah pada gigi dan restorasi gigi yang sebelumnya dilakukan menjadi salah satu penyebab gingivitis yang kamu alami, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur lanjutan untuk mengatasinya.

Perawatan yang Berkelanjutan

Gingivitis umumnya akan sembuh setelah prosedur pembersihan yang menyeluruh. Namun hal ini harus dibarengi dengan perawatan kebersihan gigi dan mulut di rumah. Dokter gigi akan membantu kamu merencanakan program perawatan gigi dan mulut yang efektif di rumah dan membuat jadwal pemeriksaan secara rutin untuk mencegah masalah yang sama muncul kembali.

Pencegahan Agar Tidak Terjadi Gingivitis

Gingivitis kadang dianggap sebagai kondisi yang tidak serius. Padahal jika tidak diobati sejak dini, gingivitis bisa menyebar ke jaringan di bagian bawahnya dan berkembang menjadi periodontitis yang jauh lebih serius. Periodontitis sendiri dapat menyebabkan gigi terlepas dari gusi.

Selain itu, gingiva kronis diduga berhubungan dengan beberapa penyakit sistemik seperti penyakit pernapasan, diabetes, penyakit arteri koroner, stroke hingga artritis rheumatoid. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bakteri penyebab periodontitis bisa memasuki aliran darah lewat jaringan gusi yang kemungkinan dapat memengaruhi jantung, paru-paru dan bagian tubuh lainnya (penelitian lebih lanjut mungkin dibutuhkan untuk mengonfirmasi hal ini).

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya gingivitis? Simak ulasannya sebagai berikut!

Sikat Gigi dengan Benar

Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan benar adalah langkah terbaik menghindari berbagai gangguan gigi dan mulut termasuk gingivitis. Sikatlah gigi selama dua menit selama setidaknya dua kali sehari (pagi hari dan sebelum tidur).

Gunakan Benang Gigi

Selain menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi atau flossing juga sangat direkomendasikan setidaknya satu kali dalam sehari. Benang gigi bisa membantu menghilangkan sisa-sisa makanan yang terjebak di antara gigi yang sulit dijangkau dengan menggunakan sikat gigi saja.

Berkumur dengan Obat Kumur Antiseptik

Obat kumur antiseptik atau mouthwash adalah langkah tambahan yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimalkan kesehatan dan kebersihan mulutmu. Berkumur dengan menggunakan kandungan obat kumur antiseptik bisa membunuh bakteri berbahaya di mulut yang mungkin tidak terjangkau oleh sikat dan benang gigi. 

Pilih obat kumur yang mengandung antiseptik dan gunakan sesuai petunjuk untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Ubah Gaya Hidup Jadi Lebih Sehat

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat secara keseluruhan adalah langkah yang penting untuk mencegah berbagai penyakit termasuk gingivitis. Konsumsi makanan sehat yang kaya akan vitamin dan mineral. Hindari makanan yang mengandung gula tinggi, hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Alkohol dan gula bisa merusak gusi serta meningkatkan risiko terjadinya gingivitis.

Lakukan Kunjungan Rutin ke Dokter Gigi

Hal lain yang tidak kalah penting yang perlu kamu lakukan untuk mencegah gingivitis adalah dengan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi. Dokter gigi akan mendeteksi adanya masalah gigi dan gusi sejak awal dan mencegahnya menjadi parah. Kunjungan ke dokter gigi disarankan setidaknya 6 sampai 12 bulan sekali. Jika kamu memiliki faktor risiko, kamu direkomendasikan untuk lebih sering memeriksakan diri.

Dokter bisa membantu kamu melakukan pembersihan gigi secara profesional dan memberikan saran tentang perawatan mulut yang lebih baik sesuai kebutuhanmu. Beberapa hal yang mungkin akan dilakukan dokter untuk mencegah gingivitis antara lain:

  • Pembersihan gigi. Lewat pemeriksaan fisik, dokter bisa menemukan tanda-tanda awal gingivitis. Agar tidak berkembang menjadi semakin parah, dokter akan melakukan pembersihan plak atau tartar yang tidak bisa dihilangkan dengan menggunakan sikat gigi biasa
  • Memberikan edukasi. Dokter akan membantu memberikan edukasi kepadamu termasuk cara menjaga kebersihan mulut yang baik, cara menyikat gigi yang benar dan cara merawat gigi dan gusi yang tepat
  • Perencanaan perawatan khusus. Apabila dokter menemukan tanda-tanda gingivitis tingkat lanjut yang lebih parah, perawatan khusus seperti pembersihan akar gigi mungkin dibutuhkan. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan tindakan bedah jika dianggap perlu
  • Pemberian antiseptik atau obat khusus. Dokter dapat meresepkan obat antiseptik atau obat topikal lainnya untuk meringankan infeksi dan peradangan pada gusi
  • Memberikan saran-saran agar gingivitis tidak kembali. Dokter akan memberikan saran-saran tentang bagaimana cara mencegah gingivitis agar tidak muncul kembali. Misalnya dengan menjaga pola makan yang sehat, menghindari rokok dan alkohol hingga mengelola stres dengan baik
  • Pemantauan perkembangan. Dokter gigi akan membantumu memantau perkembangan kondisi gusi setiap kali kunjungan rutin dilakukan. Dokter juga bisa memberikan perawatan tambahan jika dibutuhkan.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan di atas, kamu bisa mengurangi risiko gingivitis dan menjaga gusi serta mulutmu agar tetap sehat. Dengan gigi dan gusi yang sehat, berbagai aktivitas pun dapat dilakukan dengan lancar.

Gingivitis sebenarnya adalah jenis penyakit gusi yang umum. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan bakteri pada gigi. Penumpukan inilah yang mengiritasi jaringan gusi yang ada di sekitarnya dan menyebabkan gusi meradang, berubah warna dan terasa nyeri saat disentuh. Dengan perawatan dan pencegahan yang tepat, kamu bisa mencegah gingivitis menjadi semakin parah.

Untuk kamu yang ingin melakukan pemeriksaan maupun perawatan gingivitis, Axel Dental Klinik gigi siap membantu kamu. Dengan pengalaman selama lebih dari 7 tahun, Axel Dental Klinik kini sudah memiliki 17 cabang yang tersebar di seluruh Jabodetabek. Kami memiliki dokter gigi profesional yang berpengalaman dengan peralatan modern yang mumpuni. Ini menjadikan Axel Dental Klinik sebagai opsi terbaik bagi kamu yang ingin melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *