Article

Bahaya Gigi Bungsu Tidak Dicabut, Ketahui Sebelum Terlambat!

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • Bahaya Gigi Bungsu Tidak Dicabut, Ketahui Sebelum Terlambat!
Bahaya Gigi Bungsu Tidak Dicabut, Ketahui Sebelum Terlambat!

Seperti apa bahaya gigi bungsu tidak dicabut? Tergantung kondisinya, gigi bungsu yang dibiarkan tumbuh dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang cukup serius.

Berbeda dengan gigi lainnya yang tumbuh saat masih masa kanak-kanak, gigi bungsu mulai tumbuh saat Anda menginjak usia remaja atau bahkan dewasa.

Sayangnya, gigi bungsu tidak selalu tumbuh sempurna di setiap orang. Sebagian orang memiliki gigi bungsu yang miring dan bahkan ada juga yang tidak muncul ke permukaan sama sekali (terpendam di gusi).

Jika kebetulan gigi bungsu Anda tidak tumbuh sempurna, yuk, simak informasi berikut ini sebagai pertimbangan apakah mencabutnya benar merupakan pilihan yang terbaik.

Baca juga: Kok Bisa Tumbuh? Lihat Fakta Mengenai Gigi Bungsu Ini Yuk!

Bahaya Gigi Bungsu Tidak Dicabut 

Bahaya gigi bungsu tidak dicabut

Salah satu masalah yang paling umum terjadi pada gigi bungsu adalah berlubang. Karena lokasinya yang berada di bagian belakang mulut, tak jarang gigi-gigi bungsu sulit terjamah oleh sikat gigi.

Oleh karena itu, gigi-gigi bungsu pun lebih mudah berlubang karena tidak terjaga kesehatannya. Selain itu, berikut adalah beberapa masalah yang bisa terjadi jadi gigi bungsu tidak dicabut.

1. Menjadi Sarang Kuman dan Bakteri

Tumbuhnya gigi bungsu yang tidak sempurna seringkali diikuti dengan munculnya kantung di antara gusi dan gigi tersebut. 

Kantung tersebut membuat kuman dan bakteri lebih mudah terperangkap di area sekitar gigi bungsu. Jika cukup dalam, bukan tidak mungkin kantung tersebut akan menjadi sarang bagi bakteri-bakteri jahat yang merusak gigi lainnya.

2. Meningkatnya Risiko Penyakit Gusi

Gigi bungsu yang bermasalah juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi dan menekan geraham kedua yang berada di sebelahnya. Sehingga dapat memperburuk enamel dari gigi geraham tersebut.

3. Kesulitan saat Mengunyah

Jika gigi bungsu tumbuh miring atau berada di sudut yang salah, kemungkinan gigi tersebut akan mengakibatkan kerusakan permanen pada gigi-gigi yang ada di dekatnya. 

Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan saat mengunyah atau pembengkakan pada pipi bagian dalam karena seringkali tergigit saat sedang makan.

4. Mengakibatkan Tumbuhnya Kista

Gigi bungsu yang tetap terkubur di dalam gusi dan tidak muncul ke permukaan dapat mengakibatkan tumbuhnya kista di saluran akar. Hal ini dapat merusak baik jaringan lunak maupun tulang pada gigi Anda.

Munculnya kista tersebut umumnya tidak terdeteksi hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Di beberapa kasus, pasien baru menyadari bahwa mereka mengalami kista gigi setelah terjadi masalah serius pada rahang yang diakibatkan pelemahan fungsi tulang gigi.

5. Berkurangnya Kualitas Kesehatan 

Bahaya gigi bungsu tidak dicabut yang juga umum terjadi adalah berkurangnya kualitas kesehatan secara menyeluruh.

Jika gigi bungsu bermasalah tidak dicabut, umumnya pasien akan mengalami sakit kepala berulang karena infeksi mulai merayap ke otak. Hal ini tentu cukup membahayakan nyawa Anda.

Selain itu, infeksi yang diakibatkan gigi bungsu juga dapat menyebar ke area lain di tubuh Anda dan merusak organ-organ vital, seperti jantung dan paru-paru.

Kapan Gigi Bungsu Perlu Dicabut agar Tidak Membahayakan

Pengobatan terhadap gigi bungsu bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing. Biasanya dokter tidak akan serta merta menyarankan untuk melakukan operasi jika pertumbuhan gigi bungsu tersebut tidak mengganggu aktivitas Anda.

Sebaliknya, jika gigi bungsu yang tumbuh miring sudah mengurangi kualitas hidup Anda atau telah menimbulkan infeksi, dokter akan menyarankan pencabutan gigi segera.

Apabila Anda masih belum tahu apakah gigi bungsu Anda tumbuh dengan baik atau tidak, berikut beberapa gejala yang perlu Anda waspadai berdasarkan beberapa kondisi berbeda.

1. Impaksi Gigi Bungsu

Pertumbuhan gigi yang miring dengan arah yang berbeda-beda umumnya akan menimbulkan rasa sakit pada gigi-gigi yang terkena. 

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan gusi tampak kemerahan dan bengkak, munculnya bau mulut, kesulitan untuk membuka mulut, serta sakit pada rahang bagian belakang.

Munculnya nyeri sendi di bagian depan telinga hingga ke kepala juga bisa jadi salah satu gejala adanya impaksi gigi atau pertumbuhan gigi bungsu yang miring.

2. Periodontitis

Salah satu bahaya gigi bungsu tidak dicabut adalah munculnya infeksi pada gusi yang dapat merusak jaringan serta tulang yang menyokongnya.

Apabila hal ini terjadi, gejala-gejala yang patut Anda waspadai adalah munculnya celah antara gigi, pembengkakan gusi, dan sakit saat mengunyah makanan.

Gusi yang mudah berdarah saat disikat dan keluarnya nanah yang mengakibatkan sensasi tidak enak pada mulut juga perlu diwaspadai sebagai gejala periodontitis.

3. Gejala-Gejala Lainnya

Jika gigi bungsu yang bermasalah telah mengakibatkan karies dan pulpitis, gejala yang mungkin muncul adalah rasa sakit dan berdenyut pada gigi selama beberapa menit atau bahkan berjam-jam. 

Kondisi ini biasanya muncul setelah Anda mengkonsumsi makanan dingin atau panas, dan bertambah parah jika Anda sedang merunduk.

Gejala lain yang mungkin juga dialami adalah kesulitan tidur, rasa sakit di belakang gigi, gusi bengkak, hingga rasa sakit saat menelan.

Kesimpulannya, gigi bungsu yang tumbuh miring atau bermasalah sebaiknya dicabut segera setelah Anda menyadari gejala-gejalanya. Sebab, bahaya gigi bungsu tidak dicabut bisa sangat merusak kualitas kesehatan atau bahkan mengakibatkan kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Axel Dental adalah klinik dokter gigi keluarga terpercaya dengan desain modern & nyaman dan harga terjangkau. Bersama klinik kami, anda akan ditangani oleh dokter-dokter gigi terbaik dari lulusan universitas terkemuka di Jakarta.