Article

Ingin Jadi Anggota TNI, Gigi Harus Sehat! Cek Syaratnya di Sini!

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • Ingin Jadi Anggota TNI, Gigi Harus Sehat! Cek Syaratnya di Sini!
Ingin Jadi Anggota TNI, Gigi Harus Sehat! Cek Syaratnya di Sini!

Tahukah Anda, sekitar 50 persen peserta gagal seleksi militer karena tidak memenuhi syarat kesehatan gigi TNI? Meskipun peserta tersebut lolos di sesi tes lain, kesehatan gigi tetap menjadi poin khusus. 

Pembahasan poin khusus kesehatan gigi TNI telah diatur dalam Peraturan Panglima Tentara Nasional Indonesia No.31 Tahun 2020. Dalam peraturan ini disebutkan tentang kewajiban calon prajurit TNI untuk menjaga kesehatan fisik, termasuk gigi.

Jadi, sebagai referensi sebelum menjadi bagian dari TNI, berikut ini beberapa syarat kesehatan gigi yang harus Anda penuhi.

1. Sudah Jelas! Tidak Boleh Ada Gigi yang Berlubang!

Gambar gigi berlubang

Kondisi gigi berlubang kerap tidak disadari karena letaknya di bagian geraham. Padahal, gigi berlubang dapat menimbulkan masalah lain, seperti infeksi dan gigi tanggal. Itulah sebabnya, Anda perlu meminta bantuan dokter untuk menambal gigi berlubang

Supaya bagian gigi lain tidak ikut berlubang, Anda harus menghindari penyebab dan mengetahui cara mencegahnya.

A. Penyebab Gigi Berlubang

Gigi berlubang bisa disebabkan oleh plak yang menumpuk. Plak muncul akibat gigi jarang dibersihkan. Karena plak ini berasal dari sisa makanan dengan kandungan pati dan gula, serta bakteri yang kemudian mengubahnya menjadi asam. Lalu, asam mengikis lapisan terluar gigi sehingga terbentuk lubang.

Gigi berlubang juga dapat terjadi ketika Anda sering menggunakan pasta gigi mengandung fluoride. Gangguan makan dan penyakit refluks asam lambung pun bisa menjadi penyebab gigi berlubang.

B. Cara Mencegah Gigi Berlubang

Untuk mencegah gigi berlubang, Anda bisa memulai dari mengurangi kebiasaan ngemil makanan atau minuman manis. Supaya sisa makanan manis hilang, pastikan menyikat gigi dengan cara yang benar dua kali sehari. Kemudian, bersihkan sela gigi menggunakan benang gigi minimal sekali dalam sehari.

Tidak hanya itu, mencegah gigi berlubang juga dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran mengandung serat. Selain buah dan sayur, Anda bisa meminum teh hitam atau hijau tanpa pemanis.

2. Penting! Tidak Ada Penumpukan Karang pada Gigi!

Karang gigi kerap terakumulasi di bagian atas garis gusi. Plak yang mengeras dan menebal ini biasanya berwarna coklat. Jika karang gigi tersebut berwarna lebih gelap atau cenderung hitam, berarti sudah menyebar ke bagian lain.

Selain berbahaya untuk kesehatan, karang gigi juga mengganggu penampilan. Pasalnya, tampilan gigi menjadi tidak estetis. Di samping itu, karang gigi dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain, seperti kondisi periodontitis dan gigi tanggal.

Apabila karang gigi makin parah, bakteri yang terdapat di mulut bisa masuk ke aliran darah. Kondisi demikian dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang berakhir pada serangan jantung.

3. Awas! Jangan Sampai Ada Gigi yang Goyang!

Gigi goyang umumnya dialami oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Biasanya, gigi tersebut lepas, lalu digantikan dengan yang baru. Namun, gigi goyang pada orang dewasa justru berbahaya untuk kesehatan. Pasalnya, kondisi itu menandakan perakaran gigi tidak kuat.

Banyak hal yang menyebabkan gigi goyang, seperti kerusakan enamel dan radang gusi. Untuk membuktikan apakah gigi Anda benar mudah goyah, cobalah merabanya dengan lidah atau jari. Biasanya, gigi goyang cenderung bergerak ketika disentuh.

Mencabut gigi goyang kerap dilakukan banyak orang untuk mengembalikan kenyamanan saat mengunyah makanan. Namun, Anda yang melakukannya, tidak memiliki kesempatan diterima sebagai anggota TNI. Hal itu karena seorang anggota TNI harus memiliki gigi lengkap saat mendaftar.

4. Gigi Rapuh dan Patah, Hindari Ya!

Syarat kesehatan gigi TNI berikutnya adalah memastikan kondisi bagian tersebut tidak patah maupun rapuh. Untuk mencegah kondisi tersebut, Anda harus merawat kesehatan gigi secara berkala. Selain itu, upayakan mengonsumsi makanan tinggi kalsium agar akar gigi kuat menopang.

5. Tidak Boleh Pakai Behel / Kawat Gigi!

Gambar behel yang terbuat dari bahan keramik

Memakai kawat gigi merupakan solusi merapikan gigi dan menyelaraskan rahang. Sayangnya, calon anggota TNI dilarang menggunakan behel karena dapat menyebabkan trauma gigi dan rahang. Kondisi demikian bisa terjadi saat latihan sehingga mengganggu produktivitas calon anggota TNI.

6. Ups! Jangan Ada Gigi yang Ompong

Gigi ompong biasanya terjadi karena faktor lanjut usia (lansia). Namun, dalam kondisi tertentu, gigi ompong bisa dialami pemuda. Faktor penyebabnya banyak, semisal sebagian gigi terkena benturan saat kecelakaan.

Supaya Anda lolos seleksi, gantilah gigi ompong dengan yang palsu. Lakukan hal itu beberapa hari sebelum tes kesehatan gigi TNI. Dengan begitu, Anda bisa memiliki peluang besar untuk diterima di instansi tersebut.

Baca juga: Sebelum Pasang, Kenali Beberapa Jenis Gigi Palsu Ini, Yuk!

7. Ada Gigi Berjejal / Tumpang Tindih dapat Mengurangi Penilaian!

Gigi tumpang tindih sebenarnya tidak mengganggu kesehatan selama kondisinya sehat. Bahkan, gigi taring kanan kiri yang menonjol ke depan menjadi daya tarik tersendiri. Namun, dalam dunia TNI, peserta dengan gigi berjejal kerap tidak lolos seleksi.

8. Sebisa Mungkin, Jangan ada Gigi Palsu!

Ilustrasi gigi palsu berbahan lentur

Kadang-kadang, gigi yang tidak sempurna memunculkan rasa minder dan kepercayaan diri menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak orang memasang gigi palsu. Sayangnya, dalam dunia TNI, gigi palsu dilarang. Meski begitu, pihak penyeleksi akan memberikan pertimbangan khusus, seperti pemasangan gigi dilakukan dokter gigi yang bersertifikat.

Itulah syarat kesehatan gigi TNI yang wajib dipenuhi ketika Anda berencana mendaftarkan diri. Semoga bisa dijadikan bahan rujukan bagi pembaca. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Axel Dental adalah klinik dokter gigi keluarga terpercaya dengan desain modern & nyaman dan harga terjangkau. Bersama klinik kami, anda akan ditangani oleh dokter-dokter gigi terbaik dari lulusan universitas terkemuka di Jakarta.