Article

Jangan Salah! Ahli Gigi dan Dokter Gigi Itu Berbeda Lho!

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • Jangan Salah! Ahli Gigi dan Dokter Gigi Itu Berbeda Lho!
Jangan Salah! Ahli Gigi dan Dokter Gigi Itu Berbeda Lho!

Banyak orang yang mengunjungi ahli gigi ketika gigi mereka bermasalah. Padahal, ahli gigi sama sekali berbeda dengan dokter gigi. Perbedaan ahli gigi dengan dokter gigi bukan hanya soal tarif, tetapi juga mencakup keamanan prosedur serta kesehatanmu. Jangan sampai gigimu semakin bermasalah hanya karena kamu mau menghemat biaya!

Kenapa Orang Pergi ke Ahli Gigi?

Ilustrasi seorang ahli gigi sedang memeriksa pasien

Ahli gigi, kadang seringkali disebut juga tukang gigi, sebenarnya profesi yang sudah ada sejak zaman Belanda. Karena masyarakat lokal kebanyakan tidak bisa mengakses data dokter gigi, mereka akhirnya memilih pergi ke tukang atau ahli gigi (tandmeester). Hal yang sama sering menjadi alasan banyak anggota masyarakat pergi ke ahli gigi: “mereka hanya mampu membayar layanan murah“.

Ahli gigi juga banyak muncul dari komunitas Tionghoa dengan alasan serupa: “melayani masyarakat yang tidak mampu membayar biaya dokter“. Hal ini masih menjadi tren hingga sekarang: ketika dokter gigi tidak terjangkau, masyarakat mengunjungi ahli gigi.

Ada juga masyarakat yang memilih ahli atau tukang gigi karena ketidakpercayaan terhadap dokter. Padahal, tukang gigi tidak bisa memberikan kualitas layanan yang sama dengan dokter berlisensi.

Perbedaan Dokter Gigi dengan Ahli Gigi Ini Banyak Orang  Tidak Tahu!

Ilustrasi perbandingan dokter gigi dan ahli gigi

Apa sih perbedaan ahli gigi dengan dokter gigi? Kenapa kamu sebaiknya menghindari mereka? Inilah perbedaan yang harus kamu ketahui berdasarkan beberapa aspek.

1. Ahli Gigi Tidak Punya Bekal Ilmu Kedokteran yang Sesuai dengan Kaidah Medis!

Ahli gigi biasanya mendapatkan ilmunya dari jalur tidak resmi. Akibatnya, wawasan atau keterampilan mereka terbatas dan tidak bisa melakukan prosedur yang bisa dilakukan dokter. Selain membatasi kemampuan, tukang gigi tidak mampu mengatasi masalah gigi yang lebih serius.

2. Kemampuan Ahli Gigi Diperoleh secara Turun-Temurun!

Ahli gigi kebanyakan mendapat kemampuan mereka secara turun-temurun. Mereka tidak mendapatkan ijazah dan izin praktik karena tidak melewati jalur formal, tidak seperti dokter. Akibatnya, praktik setiap ahli atau tukang gigi cenderung tidak mengikuti standar, baik kebersihan, kesehatan, maupun keselamatan.

Hal ini berbeda dari dokter gigi yang wajib menerapkan standar keamanan dalam setiap prosedur, terutama yang berisiko tinggi. Ada juga standar kebersihan yang wajib dipatuhi dokter dalam setiap langkah di semua prosedur medis.

Tukang gigi tidak memiliki tekanan formal ini. Walaupun mereka mungkin berhati-hati dalam praktiknya, metode mereka tidak memiliki jaminan kebersihan dan penanganan risiko. 

3. Ahli Gigi Tidak Memiliki Ijazah Resmi!

Ilustrasi ijazah sertifikasi kedokteran gigi

Ahli gigi tidak memiliki ijazah resmi serta izin dan pengakuan dari Departemen Kesehatan.

Hal ini berbeda dari dokter gigi yang mendapat gelar secara resmi setelah menjalani pendidikan formal di universitas. Ilmu mereka sesuai dengan standar medis internasional sehingga mereka boleh bekerja di klinik, rumah sakit, ataupun praktik mandiri berlisensi.

Ahli atau tukang gigi tidak bisa melakukan aneka prosedur tersebut. Mereka biasanya terbatas pada pemasangan gigi palsu dengan metode “kasar” yang tidak seprofesional dokter gigi.

4. Ahli Gigi Hanya Bisa Memasang Gigi Palsu

Kemampuan ahli gigi yang terbatas membuat kebanyakan dari mereka hanya bisa memasang gigi palsu secara sederhana. Jika ada tukang gigi yang melakukan prosedur lain, ini berarti mereka melakukan praktik yang tidak berizin! Mereka juga tidak berfokus pada perawatan jangka panjang, penanganan serius, dan peningkatan kualitas hidup pasien.

Baca juga: Sebelum Pasang, Kenali Beberapa Jenis Gigi Palsu Ini, Yuk!

Hal ini berbeda dari dokter gigi yang punya izin untuk melakukan berbagai prosedur rumit, seperti melakukan tambal gigi, cabut, dan pemasangan kawat gigi serta gigi palsu profesional. Prosedur yang dilakukan dokter gigi juga berfokus pada kesembuhan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup pasien. 

5. Tarif Ahli Gigi Murah (dan Berisiko)

Ilustrasi seorang ahli gigi sedang memeriksa gigi pasien

Biaya ke dokter gigi memang lebih mahal, tetapi itu karena kamu membayar keahlian, peralatan, dan obat-obatan yang diperlukan. Tarif ahli gigi jauh lebih murah dari dokter, bahkan ada yang tidak mencapai 100 ribu Rupiah. Akan tetapi, ahli gigi tidak memiliki perlengkapan dan standar perawatan seperti dokter.

6. Prosedur di Ahli Gigi Singkat

Prosedur di ahli gigi biasanya berlangsung singkat, berbeda dari dokter yang menerapkan prosedur rumit serta lama, tetapi dengan hasil terjamin. Akan tetapi, prosedur singkat tersebut berisiko karena tidak mengikuti standar pengobatan dan perawatan gigi yang sudah teruji.

7. Pekerjaan Ahli Gigi Bersifat Sementara

Hasil akhir pekerjaan ahli gigi biasanya hanyalah solusi sementara. Walau bisa memasang gigi palsu, ahli gigi tidak bisa mendiagnosa dan menangani penyebab gigi yang berlubang, rusak, ataupun copot. Kamu harus ke dokter untuk mendapat penanganan permanen.

Ahli gigi yang melakukan prosedur tidak standar berarti melanggar ketentuan pemerintah, lho! Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2014 (Pasal 6) menyebut bahwa masyarakat harus terlindungi dari peredaran produk farmasi yang tidak berizin! Ahli gigi yang tidak berizin tentu melanggar hak untuk mendapat pelayanan kesehatan berkualitas.

Untuk menghindarinya, pastikan kamu hanya berpegang pada dokter gigi di rumah sakit, klinik, atau tempat praktik yang sah dan berizin. Axel Dental bisa jadi pilihan. Klinik gigi keluarga ini telah memiliki 12 cabang di Jabodetabek, lengkap dengan dokter gigi umum dan spesialis yang menjamin kualitas perawatan gigimu. Penggunaan teknologi berstandar internasional pun menjamin hasil perawatan dan prosedur seperti bedah serta pemasangan behel.

Ingat, gigi dan mulutmu punya fungsi penting, jadi jangan main-main dengan kualitas perawatan serta pengobatannya. Ketahui perbedaan ahli gigi dengan dokter gigi dan pastikan kamu hanya mengunjungi dokter gigi berlisensi untuk menjamin hasil perawatan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.