Article

Kondisi Gigi Avulsi: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • Kondisi Gigi Avulsi: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kondisi Gigi Avulsi: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Tampilan gigi yang lengkap tentunya akan meningkatkan rasa percaya diri seseorang, baik itu ketika berbicara ataupun tersenyum. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang membuat jumlah gigi tidak lagi utuh, seperti misalnya kondisi gigi avulsi. Lantas, apa sebenarnya definisi dari gigi avulsi? Apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kondisi tersebut dan bagaimana mengatasinya? Yuk cari tahu ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Avulsi Gigi? 

Gigi avulsi terjadi saat gigi terlepas sepenuhnya dari soketnya. Kondisi ini tergolong sebagai kasus darurat sehingga membutuhkan perawatan segera. Oleh karenanya, saat mengalami kondisi ini, Anda harus segera mencari bantuan medis agar bisa menyelamatkan gigi yang sudah terlanjur lepas dari tempatnya.

Penyebab Kondisi Avulsi Gigi 

illustrasi dua gigi berlubang

Untuk bisa membuat gigi terlepas sepenuhnya dari tempatnya, itu membutuhkan kekuatan yang cukup besar. Maka dari itu, penyebab dari gigi avulsi umumnya adalah trauma yang dipicu oleh beberapa aktivitas di bawah ini.

  1. Jatuh dengan posisi mulut yang terbentur benda keras atau ke tanah
  2. Terjatuh saat bersepeda
  3. Cedera olahraga
  4. Kecelakaan lalu lintas
  5. Serangan fisik

Adapun jenis olahraga yang rentan menyebabkan avulsi gigi, yaitu rugby, skating, hockey, sepak bola, dan seni bela diri. 

Awal Gejala Kondisi Gigi Avulsi 

Orang Melakukan Cabut Gigi

Pada dasarnya, gigi avulsi adalah gigi yang tercabut seluruhnya dari gusi. Karena itu, pada kasus ini, Anda tidak akan menemukan ada bagian yang tersisa di mulut. Berikut ini beberapa gejala awal dari gigi avulsi.

  1. Munculnya celah di mulut, tempat gigi awalnya berada
  2. Mengalami rasa sakit di mulut
  3. Terjadinya pembengkakan di area gigi yang copot
  4. Mengalami pendarahan sebagai akibat dari gigi yang terlepas secara tiba-tiba dari soketnya. 
  5. Sakit kepala (jika gigi avulsi disebabkan oleh cedera di bagian kepala)

Bila Anda mengalami kondisi gigi avulsi, sebaiknya segera cari bantuan medis. Makin cepat itu ditangani, makin besar peluang Anda untuk tidak kehilangan gigi secara permanen. 

Bagaimana Cara Mengatasi Gigi Avulsi 

illustrasi orang pegang pipi karena sakit gigi

Karena membutuhkan penanganan darurat, Anda harus menemui dokter sesegera mungkin untuk mengatasi gigi avulsi. Namun, untuk pertolongan pertama, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

  1. Jika gigi yang copot masih bisa Anda temukan, segera ambil untuk disimpan. Hindari menyentuh akar gigi atau bagian yang menahan gigi ke tulang, yang tempatnya berada di bawah garis gusi. Sebaliknya, Anda harus memegang bagian mahkota gigi saat hendak menyimpannya. Mahkota gigi adalah bagian yang melindungi permukaan atas gigi, yang biasanya bersentuhan langsung dengan makanan ketika kita sedang mengunyah. 
  2. Kemudian, bilas gigi yang copot itu dengan air untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada gigi. Hindari penggunaan sabun, dan jangan menggosok ataupun mengeringkan gigi tersebut.
  3. Selanjutnya, tempatkan kembali gigi Anda dengan hati-hati ke dalam soketnya. Jangan sampai salah posisi ya, masukkan gigi bagian akar ke tempat awalnya.
  4. Setelah itu, gigitlah serbet, kain kasa, atau saputangan untuk menahan gigi Anda tetap di tempatnya.
  5. Segera temui dokter gigi Anda untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Namun, perlu dicatat bahwa sebaiknya segera temui dokter kurang dari satu jam setelah gigi copot dari soketnya. 
  6. Dokter akan memeriksa apakah posisi gigi yang copot sudah terpasang dengan tepat di tempatnya. Bila ternyata sudah pas, dokter akan menyekat sisi gigi yang tanggal dengan metode splinting

Hasil dari pemasangan tersebut biasanya akan dievaluasi dua minggu berikutnya. Jika ternyata, dokter menemukan bahwa tulang yang ada di sekitar gigi retak. Hasil dari perawatan splinting tersebut akan dibiarkan untuk kurun waktu yang lebih lama, yang umumnya bisa mencapai enam minggu. 

Jika perawatan yang seperti disebutkan di atas tidak segera dilakukan, kecil kemungkinan gigi avulsi bisa diselamatkan. Meskipun, pada beberapa kasus, orang memilih untuk tidak mengganti giginya yang copot, hal itu dapat menyebabkan susunan gigi jadi tidak sejajar yang nantinya akan sangat memengaruhi kemampuan Anda dalam mengunyah dan menggigit makanan. Hal itu juga dapat membuat Anda jadi lebih sulit untuk menjaga membersihkan gigi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerusakan gigi dan kehilangan gigi yang lebih lanjut.

Akan tetapi, jika gigi sudah terlanjur lepas, Anda bisa menggunakan beberapa solusi seperti penggunaan gigi palsu, implan gigi, atau pemasangan bridge untuk menggantikannya. Mengapa penting untuk segera diganti? Hal itu karena kehilangan gigi dapat membuat proses mengunyah jadi tidak nyaman. Apabila kondisi itu terus dibiarkan, makanan yang masuk ke mulut tidak bisa dikunyah dengan baik yang nantinya akan berpengaruh ke pencernaan. Karena itu, bila masih mungkin untuk diusahakan, jangan biarkan kondisi gigi avulsi tidak ditangani secara baik. Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami kondisi tersebut agar gigi yang copot dapat dipasang kembali ke tempatnya. Cek juga artikel lainnya untuk mendapatkan lebih banyak informasi dan fakta terkait cara tepat menjaga kesehatan gigi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *