Article

Lapisan Enamel Gigi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • Lapisan Enamel Gigi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Lapisan Enamel Gigi: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Lapisan enamel gigi dikenal sebagai lapisan terluar pada gigi yang memiliki struktur paling kuat dalam tubuh manusia. Tanpa adanya enamel, gigi tentunya akan jadi lebih mudah rusak dan berlubang. Nah, karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kekuatan gigi, yuk kulik lebih jauh soal definisi hingga cara mencegah kerusakan enamel gigi di ulasan berikut ini!

Kenali Apa Itu Enamel Gigi? 

Pada dasarnya, enamel gigi adalah lapisan pelindung gigi yang memiliki jaringan terkeras dalam tubuh manusia atau bahkan lebih kuat dari tulang. Lapisan ini menutup bagian luar gigi yang tipis atau menyelubungi mahkota gigi—bagian yang terlihat di luar gusi. Meskipun posisi enamel berada di luar gigi, lapisan ini sejatinya tembus pandang. Hal itu karena dentin, jaringan keras yang berada tepat di bawah enamel, adalah yang memberikan warna pada gigi. 

Apa Saja Fungsi Lapisan Enamel Gigi? 

Fungsi dari lapisan enamel gigi adalah sebagai perisai untuk lapisan gigi bagian dalam yang cenderung lebih sensitif, yang disebut dentin. Selain itu, enamel juga bertugas sebagai garis pertahanan pertama gigi terhadap paparan asam berbahaya yang biasanya ditemukan pada makanan tertentu. 

Misalnya saja, saat Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung asam tinggi, mereka dapat mengikis enamel atau dalam istilah medis disebut sebagai erosi gigi. Seiring berjalannya waktu, erosi gigi dapat mengekspos dentin di bagian dalam gigi Anda dan berpotensi menyebabkan gigi jadi lebih sensitif.

Lantas, apakah enamel gigi yang rusak bisa diperbaiki? Perlu diketahui bahwa enamel gigi tidak bisa tumbuh kembali. Namun, itu tetap dapat dipulihkan sampai taraf tertentu dengan melakukan remineralisasi. Menggunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung mineral, misalnya, dapat memperkuat enamel yang masih tersisa. 

Awal Mula Gejala Enamel Gigi Rusak 

Nah, berikut adalah beberapa gejala awal saat lapisan enamel gigi rusak atau mulai menipis. 

  1. Gigi jadi lebih sensitif. Pada tahap awal erosi enamel, Anda akan merasakan rasa sakit atau ngilu yang cukup mengganggu ketika menyantap makanan tertentu (permen) atau terpapar suhu tertentu (panas atau dingin). 
  2. Perubahan warna pada gigi. Saat enamel gigi terkikis, ada lebih banyak bagian dentin yang terekspos dan membuat tampilan gigi terlihat lebih kuning.
  3. Tepian gigi menjadi lebih kasar. Ketika enamel gigi terkikis, tepian gigi akan terasa lebih kasar dan bergerigi saat disentuh. 
  4. Permukaan gigi tampak lebih mengkilap dan halus. Hal itu juga menjadi tanda hilangnya mineral pada enamel gigi. 

Apa Saja Penyebab Kerusakan Enamel Gigi? 

Untuk itu, mari cari tahu apa saja penyebab kerusakan enamel gigi. 

  • Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau asam. Mereka dapat mengikis enamel gigi secara perlahan. 
  • Kondisi mulut yang terlalu kering. Air liur membantu kita memecah makanan untuk mempermudah pencernaan. Selain itu, fungsi lain dari air liur adalah menetralkan plak, produk sampingan yang terbentuk dari asam yang dilepaskan oleh bakteri mulut. Ketika tubuh gagal memproduksi air liur dalam jumlah yang cukup, gigi akan terpapar tingkat keasaman yang tinggi, yang tentunya dapat merusak enamel.
  • Penyakit GERD. Asam lambung dapat mengikis enamel gigi yang kuat. Oleh karenanya, pada kebanyakan kasus, penderita GERD kerap mengalami keausan enamel atau melemahnya gigi di bagian belakang mulut.
  • Faktor genetika. Beberapa individu secara alami terlahir dengan enamel gigi yang lebih tipis. Akibatnya, kondisi itu membuat mereka lebih mungkin mengalami erosi enamel dan efek buruk dari keausan gigi.
  • Nutrisi yang buruk. Kurangnya nutrisi penting yang dibutuhkan dalam membangun dan memelihara sel-sel sehat pada gigi dan mulut dapat menyebabkan keausan enamel. Kondisi ini umumnya juga terkait dengan kebiasaan makan yang tidak teratur seperti anoreksia dan bulimia.

Begini, Cara Mencegah Kerusakan Enamel Gigi 

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Untuk memastikan enamel gigi tetap terjaga dan kuat, yuk lakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini.

  1. Hindari kebiasaan menggertakkan gigi yang bisa merusak lapisan enamel.
  2. Evaluasi kembali pola makan Anda. Pilihan menu yang Anda konsumsi akan sangat berpengaruh terhadap keutuhan enamel gigi. Sebagai contoh, sebaiknya pilih makanan tinggi kalsium karena sangat baik dalam mencegah erosi enamel gigi. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa produk susu dan yogurt sangat baik untuk gigi Anda.
  3. Jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi setidaknya dua kali dalam sehari. Lakukan juga flossing untuk memastikan gigi Anda benar-benar terbebas dari plak dan sisa makanan yang masih terselip di sela-sela gigi atau gusi
  4. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, bahan yang sangat efektif dalam melindungi enamel gigi. 
  5. Cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula. Aktivitas mengunyah permen karet itu sendiri sangat membantu dalam menghasilkan lebih banyak air liur. Aliran air liur yang banyak sangat dibutuhkan dalam mencegah erosi enamel. 

Demikian tips menjaga lapisan enamel gigi tetap kuat dan terhindar dari erosi atau pengikisan. Mari perbanyak wawasan seputar kesehatan gigi dan mulut dengan membaca artikel-artikel menarik lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *