fbpx
Article

Hati-Hati dengan Gingivitis! Kenali Penyebab dan Penanganannya

  • Home
  • -
  • Keluhan Gigi
  • -
  • Hati-Hati dengan Gingivitis! Kenali Penyebab dan Penanganannya
Hati-Hati dengan Gingivitis! Kenali Penyebab dan Penanganannya

Tahukah Anda jika penyakit gingivitis merupakan peradangan gusi yang bisa terjadi pada siapa saja? Bahkan, faktor risikonya mungkin selama ini telah Anda sepelekan.

Ya, gingivitis memang cukup umum terjadi dan biasanya mengakibatkan kemerahan, pembengkakan, dan iritasi ringan pada jaringan gusi yang berada di sekitar dasar gigi (gingiva).

Meskipun bukan penyakit yang berat, gingivitis sebaiknya segera diobati karena dapat memunculkan penyakit gusi yang lebih parah jika tidak mendapat perawatan.

Berbagai Penyebab Penyakit Gingivitis

Kurang terjaganya kebersihan mulut umumnya menjadi penyebab utama gingivitis. Jika Anda sering mengonsumsi makanan asam dan manis, jarang gosok gigi, dan tidak rutin melakukan pemeriksaan gigi, Anda memiliki risiko mengalami gingivitis.

Selengkapnya Anda bisa temukan penyebab munculnya gingivitis di bawah ini.

1. Penumpukan plak gigi

Plak gigi yang dibiarkan menumpuk dalam waktu lama akan membentuk karang gigi yang memicu terjadinya peradangan pada gigi.

Apabila Anda tidak segera membersihkannya ke dokter gigi, bukan tidak mungkin masalah tersebut akan mengakibatkan gusi bengkak dan lebih mudah menyebabkan berdarah pada gusi. Jika sudah demikian, peradangan yang terjadi pada gusi juga dapat mengakibatkan gigi tanggal atau lepas.

2. Riwayat keturunan

Selain faktor kebersihan diri sendiri, adanya riwayat genetik juga meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gingivitis. Oleh karena itu, jika kakek, nenek, orang tua, atau saudara sedarah Anda ada yang bermasalah dengan gingivitis, Anda pun memiliki risiko yang sama besarnya.

Seseorang dengan riwayat radang gusi di keluarganya disebutkan memiliki risiko enam kali lebih banyak untuk menderita gingivitis dibanding mereka yang tidak.

3. Mulut kering dan kekurangan vitamin

Keadaan mulut yang kering juga bisa membuat gusi Anda lebih berisiko terkena peradangan karena kurangnya air liur yang melawan bakteri.

Kekurangan vitamin C juga disinyalir dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena penyakit gingivitis. Selain itu, seseorang dengan tambalan gigi yang rusak atau mulai terlepas juga mempunyai risiko yang cukup tinggi terkena radang gusi ini.

4. Perubahan hormon

Selama kehamilan, datang bulan, dan menjelang menopause, wanita akan mengalami perubahan hormon dan mengakibatkan adanya peningkatan sirkulasi darah ke gusi. Saat kondisi tersebut terjadi, seorang wanita pun akan lebih rentan terkena penyakit gingivitis. 

Untuk ibu hamil sendiri, biasanya risiko gingivitis terjadi pada trimester pertama kehamilan dan umumnya memuncak saat kehamilan menyentuh trimester akhir.

5. Kondisi medis dan penggunaan obat-obatan tertentu

Riwayat medis yang mungkin pernah Anda alami, seperti kanker, HIV/AIDS, dan diabetes juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena gingivitis. Hal tersebut dikarenakan adanya penurunan sistem kekebalan tubuh yang dapat melawan bakteri penyebab radang gusi.

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat kejang, pil KB, obat pengencer darah, dan steroid juga disebutkan dapat menambah risiko terkena penyakit gingivitis. 

Gejala Ketika Terjadinya Gingivitis Gigi

Karena gejalanya tidak begitu jelas, banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami gingivitis.

Selain itu, peradangan ini juga biasanya tidak langsung menyebabkan rasa nyeri atau sakit, sehingga Anda lebih sulit untuk mendeteksi adanya gingivitis ini.

Namun secara umum, Anda patut mewaspadai tanda-tanda berikut sebagai gejala dari munculnya gingivitis gigi.

  • Terjadi pendarahan pada gusi saat menggosok gigi atau menggunakan benang gigi,
  • Gusi bengkak, kemerahan, dan terasa lebih lunak saat disentuh menggunakan jari atau lidah,
  • Gusi terasa turun, bergeser, kendur, atau bahkan lepas,
  • Gigi menjadi sensitif,
  • Warna gusi berubah dari yang awalnya merah muda segar menjadi merah kehitaman,
  • Rasa tidak enak di mulut dan munculnya bau mulut yang tidak kunjung hilang.

Jika telah bertambah parah, Anda mungkin akan merasakan nyeri yang tajam dan intens saat membuka mulut untuk menggigit, mengunyah makanan, atau bahkan ketika berbicara.

Munculnya nanah di antara gusi dan gigi juga dapat terjadi akibat munculnya gingivitis. Jika Anda menggunakan gigi palsu, Anda mungkin juga akan merasa bahwa sebagian sudah tidak lagi pas.

Cara Mencegah Penyakit Gingivitis

Senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan cara terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gingivitis. 

Bukan hanya untuk orang dewasa saja, sejak kecil anak-anak sebaiknya sudah ditanamkan kebiasan tersebut karena kondisi gigi dan mulut akan semakin baik jika sudah dirawat sejak dini.

Anda juga perlu melakukan hal-hal berikut ini agar terhindar dari gingivitis. 

1. Rajin sikat gigi

Lebih rajin menggosok gigi bisa membantu mencegah penyakit gingivitis. Tentu Anda perlu melakukannya dengan teknik yang tepat juga agar hasilnya maksimal.

Sikat gigi dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah secara perlahan-lahan. Lalu, gosok gigi selama kurang lebih 20 detik.

Pastikan Anda menyikat seluruh permukaan gigi agar tidak ada sisa makanan yang menempel. Jika sudah, berkumurlah dengan air bersih. Anda juga bisa melanjutkan rangkaian menyikat gigi ini dengan menggunakan benang gigi dan obat kumur untuk meningkatkan kebersihan gigi dan mulut.

Baca juga: Sudah Terbukti! 5 Cara Memilih Sikat Gigi yang Baik dan Benar

2. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi

Dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi, sistem kekebalan tubuh Anda pun akan lebih terjaga sehingga dapat lebih efektif melawan bakteri yang menyebabkan penyakit gingivitis.

Anda sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi minuman dan makanan dengan kandungan gula yang terlalu banyak.

Sebaliknya, makanlah lebih banyak jenis sayur – sayuran dan buah – buahan dengan kandungan vitamin E dan C. Makanan yang mengandung vitamin tersebut sangat cocok untuk membantu memperbaiki jaringan yang rusak dalam tubuh kita, termasuk pada gigi.

3. Berhenti merokok dan hindari stress berlebih

Rokok menjadi salah satu musuh terbesar yang menyebabkan gingivitis maupun penyakit gusi lainnya. Bahkan penelitian menyebutkan bahwa seorang perokok tujuh kali lebih berisiko mengalami gangguan pada gusi dibanding bukan perokok.

Selain berusaha berhenti merokok, Anda juga perlu mengurangi hal-hal yang membuat stres. Sebab, stres dapat membuat sistem imun Anda menurun dan tidak dapat melawan bakteri penyebab gingivitis secara maksimal.

Baca juga: Ngeri! Bukan Cuma Paru-paru, Ini 5 Bahaya Rokok untuk Gigi!

Cara Merawat Gingivitis Gigi Yang Sakit

Umumnya, penanganan pertama bagi penderita gingivitis adalah prosedur pembersihan gigi dengan cara scaling gigi. Dengan prosedur ini, dokter akan membersihkan karang serta plak yang ada di bagian gusi. 

Apabila ternyata ditemukan masalah yang lebih serius, dokter mungkin juga menganjurkan perawatan berikut ini untuk mengatasi gingivitis.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk segera berkunjung ke dokter gigi sebelum terlambat jika Anda mengalami gejala-gejala radang gusi. Apalagi jika diikuti dengan rasa nyeri yang kuat pada rongga mulut.

Terakhir, pastikan Anda memilih klinik dokter gigi terpercaya dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman agar penyakit gingivitis yang mungkin Anda alami tersebut dapat disembuhkan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Axel Dental adalah klinik gigi keluarga terpercaya Indonesia dengan desain modern & nyaman dan harga terjangkau. Bersama klinik kami, anda akan ditangani oleh dokter-dokter gigi terbaik dari lulusan universitas terkemuka di Jakarta.