fbpx
Article

Keliatan Makin Cantik! Simak Fungsi dan Jenis Retainer Gigi Ini!

  • Home
  • -
  • Perawatan Gigi
  • -
  • Keliatan Makin Cantik! Simak Fungsi dan Jenis Retainer Gigi Ini!
Keliatan Makin Cantik! Simak Fungsi dan Jenis Retainer Gigi Ini!

Setelah melakukan perawatan untuk merapikan gigi, seperti menggunakan behel, gigi tetap harus dijaga kerapiannya. Umumnya, dokter spesialis ortodontis menyarankan untuk memakai retainer gigi. Alat tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kerapian gigi dalam jangka panjang. Simak terus untuk mengetahui lebih lanjut mengapa retainer penting digunakan dan jenis retainer gigi apa saja yang tersedia.

Apa itu Retainer Gigi?

Kotak Retainer
Cek dulu, pengertian retainer gigi di bawah ini

Penahan gigi atau retainer gigi adalah alat bantu yang digunakan untuk menjaga kerapian susunan gigi setelah perawatan kawat gigi atau behel. Retainer dapat dipasang di permukaan atas maupun bawah gigi.

Bentuk retainer sendiri harus disesuaikan dengan susunan gigi yang sudah rapi. Ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan alat penahan gigi tersebut karena biasanya harus digunakan dalam jangkat waktu yang panjang.

Selain sebagai perawatan lanjut setelah mengenakan behel, retainer gigi juga memiliki fungsi lain. Alat bantu ini dapat merapatkan kembali gigi yang bercelah. Bahkan juga bisa untuk memperbaiki bentuk dan posisi tulang rahang serta memperbaiki kebiasaan buruk.

Perbedaan Retainer Gigi dan Behel

Behel dan retainer memang sekilas terlihat sama, apalagi jika behelnya tipe transparan. Meski tampak sama, keduanya memiliki kegunaan yang berbeda. 

Behel merupakan salah satu produk kesehatan gigi yang digunakan untuk merapikan gigi. Jenis dan model behel sendiri sangat bervariasi, antara lain seperti kawat gigi konvensional, kawat keramik, lingual, damon, dan behel transparan.

Behel transparan atau clean aligner adalah terobosan baru dalam lingkung kedokteran gigi. Jenis behel ini diyakini efektif untuk merapikan gigi dalam masa perawatan 3 hingga 9 bulan.

Selain transparan, clean aligner juga dapat dilepas sendiri saat mau menyikat gigi atau makan. Nah, inilah yang sering kali membuat orang kesulitan membedakan antara behel dan retainer gigi. Apalagi jika keduanya sama-sama transparan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, retainer digunakan setelah perawatan behel selesai. Fungsinya adalah untuk menjaga gigi agar pada tempatnya. Durasi penggunaan retainer sendiri berbeda-beda, tergantung pada kondisi gigi pasien.

Para ahli ortodontis di Canadian Association of Orthodontists pun menyarankan untuk memakai retainer selama 24 jam per hari pada 4 hingga 6 bulan pertama pemakaian. Durasi pemakaian ini berlaku untuk retainer yang dapat dilepas.

Bila sudah digunakan selama beberapa bulan pertama secara berturut-turut, retainer bisa digunakan hanya pada malam hari saja. Namun ada baiknya untuk meminta rekomendasi dari ortodontis mengenai masalah ini.

Fungsi Retainer Gigi

Fungsi Retainer di Gigi
Retainer gigi memiliki banyak fungsi loh!

Seperti yang sudah disinggung di atas, retainer tak hanya berfungsi untuk menjaga kerapian gigi setelah perawatan kawat gigi. Retainer gigi memiliki beberapa fungsi tambahan, antara lain sebagai berikut:

1. Mengatasi Gigi Renggang

Retainer dapat membantu merapatkan gigi yang bercelah atau renggang. Umumnya masalah ini terjadi pada pasien yang sama sekali tidak menggunakan atau tidak rutin memakai retainer setelah menyelesaikan prosedur perawatan behel. 

Gigi yang awalnya rapi lambat laun akan merenggang. Untuk itu, perlu menggunakan retainer agar susunan gigi kembali seperti saat mengenakan behel.

2. Mengatasi Gangguan Berbicara

Beberapa anak yang masih dalam masa pertumbuhan kerap mengalami gangguan berbicara. Gangguan yang dimaksud adalah kesulitan untuk mengucapkan kata-kata baru dengan benar. Pemasangan retainer membantu anak menyesuaikan penempatan lidahnya agar dapat mengucapkan kata-kata dengan benar.

3. Mengurangi Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi

Retainer gigi juga dapat membantu mengurangi kebiasaan buruk, seperti menggemeretakkan gigi terutama saat tidur. Dalam istilah medis, kecenderungan ini dinamai bruxism. Jika dibiarkan, maka dapat membuat gigi menjadi rusak. Pemasangan retainer dapat melindungi gigi dari kebiasaan buruk tersebut.

4. Melindungi Gigi dari Kebiasaan Mendorong Lidah

Beberapa orang memiliki kebiasaan memajukan lidah mereka saat menelan, berbicara atau bahkan saat tidak melakukan apa-apa. Jika dibiarkan, maka dapat mendorong gigi menjadi maju. Otomatis, susunan gigi yang sebelumnya sudah rapi karena behel menjadi rusak kembali. Nah, disinilah retainer berfungsi sebagai penahan gigi agar tetap di tempat yang seharusnya. 

5. Membantu Menjaga Kesehatan Rongga Mulut

Gigi yang rapi lebih mudah untuk dibersihkan. Dengan rajin menggunakan retainer gigi, posisi gigi tetap akan rapi. Proses menyikat gigi dan menggunakan dental floss juga menjadi lebih mudah. Senyum putih mutiara Anda pun tetap terjaga. 

Jenis Retainer Gigi 

Bila Anda berencana menggunakan retainer, pastikan Anda sudah tahu jenis dan perbedaannya. Ada dua jenis retainer gigi, yakni retainer permanen dan retainer yang dapat dilepas pasang (removable). 

Kedua jenis retainer tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk membantu Anda menentukan pilihan yang tepat, simak penjelasan berikut ini.

1. Retainer Permanen

Retainer Permanen
Jenis retainer gigi yang permanen

Jenis retainer gigi permanen dibuat dari kawat tebal yang bentuknya disesuaikan dengan susunan gigi yang sudah rapi. Dokter ahli kemudian akan memasangkan retainer tersebut pada gigi seri. Tujuan pemasangan di bagian gigi seri adalah agar kawat tidak bergerak. Retainer jenis ini umumnya ditujukan bagi pasien yang sulit mengikuti petunjuk pemakaian retainer lepas-pasang. 

Jenis retainer ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain sebagai berikut:

  • Kawat retainer tidak akan terlihat.
  • Pasien tidak perlu melepas retainer saat harus menyikat gigi atau makan.
  • Tidak membuat cara berbicara menjadi aneh.
  • Tidak mudah hilang karena memerlukan bantuan dokter gigi untuk melepasnya.

Retainer permanen juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

2. Retainer Removable

Retainer gigi yang berikut ini relatif mudah didapatkan. Anda dapat memasang dan melepasnya sendiri tanpa bantuan dokter. Cara membersihkannya pun cukup mudah, yakni sama seperti saat menyikat gigi.

Dibalik dari keunggulan retainer removable, terdapat beberapa kekurangan yang dapat Anda jadikan pertimbangan, antara lain:

  • Karena sifatnya yang dapat dilepas-pasang, pasien cenderung lupa atau tidak rutin menggunakan retainer. Alhasil, gigi yang sudah rapi bisa menjadi berantakan kembali.
  • Dapat rusak atau hilang bila disimpan secara sembarangan.
  • Rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri.
  • Menyebabkan peningkatan produksi air liur.

Berdasarkan bahan pembuatnya, retainer removable terbagi menjadi dua jenis:

3. Retainer Plastik Transparan

Retainer Transparan
Jenis retainer gigi yang transparan

jenis retainer gigi ini merupakan jenis yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Pembuatannya harus disesuaikan dengan susunan gigi pasien. Beberapa keunggulan retainer ini adalah bentuknya lebih tipis, transparan, tidak memengaruhi cara bicara, dan lebih nyaman dipakai. 

Akan tetapi, retainer plastik rentan terhadap perubahan bentuk bila sering digunakan untuk mengonsumsi makanan dan minuman panas. Seiring berjalannya waktu, warna transparan retainer juga akan berubah. Bila pecah atau terdapat keretakan, retainer plastik tidak akan bisa diperbaiki.

Baca juga: Invisalign: Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui!

4. Retainer Hawley

Retainer Hawley
Jenis retainer gigi Hawley

Retainer Hawley terbuat dari campuran akrilik dan kawat logam tipis. Jenis alat penahan gigi ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya dapat disesuaikan dengan bentuk dan kondisi gigi si pemakai. Retainer Hawley juga lebih awet karena jika terjadi kerusakan masih dapat diperbaiki kembali.

Retainer ini juga cukup nyaman digunakan meski terbuat dari kawat. Namun, penggunaan alat ini dapat memengaruhi cara berbicara, cara tersenyum, dan bahkan menimbulkan iritasi jika belum terbiasa memakainya.

Retainer gigi tak sekadar untuk meningkatkan estetika belaka. Namun juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bagi Anda yang tertarik menggunakannya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter ortodontis ahli untuk mendapatkan layanan dan jenis retainer gigi yang optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Axel Dental adalah klinik gigi keluarga terpercaya Indonesia dengan desain modern & nyaman dan harga terjangkau. Bersama klinik kami, anda akan ditangani oleh dokter-dokter gigi terbaik dari lulusan universitas terkemuka di Jakarta.