fbpx
Article

Ciri-Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi, Dari Nyeri Hingga Pendarahan!

  • Home
  • -
  • Keluhan Gigi
  • -
  • Ciri-Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi, Dari Nyeri Hingga Pendarahan!
Ciri-Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi, Dari Nyeri Hingga Pendarahan!

Pencabutan gigi adalah prosedur medis untuk mengatasi bermacam kondisi kesehatan. Meskipun tidak berbahaya, pencabutan gigi tetap memiliki resiko, salah satunya adalah peradangan dan infeksi pada luka bekas cabutan gigi. Infeksi yang tidak teratasi dengan baik bisa berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius. Waspadai ciri-ciri infeksi setelah cabut gigi berikut ini dan segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Rasa Nyeri yang Tak Kunjung Hilang

Ketika gigi dicabut, efek samping yang akan langsung terasa adalah rasa nyeri dan ngilu pada bekas cabutan gigi. Rasa sakit ini berasal dari pendarahan dan pembengkakan pada titik tersebut. Nyeri ini normal mengingat pada gigi juga terdapat ujung-ujung saraf yang ikut tercabut ketika gigi dicabut.

Rasa nyeri pasca pencabutan gigi biasanya hanya terasa paling lama hingga 3 hari. Untuk mengatasi rasa nyeri, biasanya dokter sudah meresepkan obat pereda nyeri gigi untuk diminum di rumah. Jika rasa sakit bertahan lebih dari 3 hari, bisa jadi itu merupakan ciri-ciri infeksi. Segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk perawatan lebih lanjut.

Gusi Membengkak

Pembengkakan pada gusi adalah reaksi normal ketika gigi baru dicabut. Biasanya bengkak hanya terjadi selama 1-3 hari. Namun, jika bengkak berlanjut hingga beberapa hari, bisa jadi itu merupakan ciri-ciri infeksi. Infeksi akan menyebabkan peradangan pada gusi yang ditandai dengan pembengkakan pada area infeksi.

Reaksi infeksi setelah cabut gigi bisa dihindari dengan menjaga kebersihan mulut. Asupan nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut yang lengkap dan seimbang juga penting untuk memperkuat sistem imun dan mengurangi risiko infeksi dan pembengkakan.

Munculnya Tulang Alveolar Pada Gusi

Tulang alveolar adalah jenis tulang yang terdapat di dasar gigi. Prosedur pencabutan gigi memungkinkan tulang ini terlihat dan terpapar dengan segala hal yang terjadi di rongga mulut. Jika tidak dibersihkan dengan baik, lubang bekas cabutan akan menimbulkan peradangan pada tulang ini dan menyebabkan infeksi.

Untuk mengatasi peradangan ini, dokter akan melakukan pembersihan dan meresepkan obat. Risiko peradangan dan infeksi bisa diminimalisir dengan menjaga kebersihan mulut secara tepat dan menyeluruh.

Bau yang Tak Sedap pada Mulut

bau pada mulut sebagai ciri infeksi setelah cabut gigi

Ciri-ciri infeksi setelah cabut gigi selanjutnya adalah keluarnya bau tidak sedap dari mulut. Bau mulut akibat infeksi berbeda dengan bau mulut biasa. Aroma tidak sedap ini diakibatkan oleh interaksi kontaminan bakteri dan kuman di bagian rongga gigi yang dicabut.

Untuk mengatasi bau mulut, baik yang disebabkan oleh infeksi maupun tidak, disarankan untuk berkumur menggunakan mouthwash yang mengandung alkohol. Kandungan alkohol akan membantu membunuh bakteri penyebab bau tidak sedap pada mulut. Menyikat gigi dengan metode yang benar juga akan membantu menghilangkan bau mulut.

Keluar Nanah dari Soket

Nanah adalah cairan yang menjadi indikasi sistem imun tubuh sedang berjuang mengatasi serangan bakteri gigi penyebab infeksi. Rongga mulut yang hangat dan lembab memberikan kondisi dan lingkungan yang tepat untuk pertumbuhan bakteri pada luka bekas cabutan gigi.

Jika terjadi infeksi yang mengeluarkan nanah, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi sakit dan infeksi pada gigi. Pasien juga dianjurkan untuk membersihkan nanah yang keluar agar infeksi tidak bertambah parah.

Pendarahan Gusi Secara Terus-menerus

Pendarahan setelah pencabutan gigi adalah hal yang lumrah. Ketika gigi dicabut, pembuluh darah yang semula tersambung dengan gigi pun robek dan menimbulkan pendarahan. Pendarahan akan segera berhenti ketika trombosit membuat gumpalan dan menutup pembuluh darah yang robek.

Namun, peradangan dan pendarahan yang berlangsung terus menerus bisa jadi merupakan gejala infeksi pada gusi. Kondisi ini kemungkinan akan menjadi lebih parah pada penderita dry socket. Tidak hanya pendarahan, risiko luka bekas cabutan gigi menjadi bernanah juga lebih tinggi pada penderita dry socket.

Untuk meminimalisir terjadinya pendarahan terus menerus, hindari pembersihan gigi yang terlalu keras. Gunakanlah sikat gigi dengan tipe soft atau extra soft dan berkumurlah dengan gerakan yang lambat agar pendarahan cepat berhenti.

Demam

Demam adalah reaksi imun alami untuk melawan infeksi pada salah satu bagian tubuh. Ketika infeksi terjadi, tubuh akan meningkatkan suhu inti tubuh untuk membunuh bakteri atau virus yang menyebabkan infeksi. Reaksi demam setelah prosedur pencabutan gigi adalah tanda infeksi pada bekas cabutan gigi. 

Untuk menurunkan demam, cara yang tepat adalah menggunakan kompres air hangat. Kompres air hangat akan membantu pengeluaran panas tubuh lebih cepat. Untuk hasil yang lebih baik, pasien bisa minum obat penurun demam yang umum dijual.

Mengenali ciri-ciri infeksi setelah cabut gigi adalah langkah awal untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih serius. Ciri-ciri infeksi yang disebutkan di atas bisa diatasi sendiri oleh pasien, namun konsultasi dengan dokter akan sangat membantu mempercepat pemulihan. Jika tidak dapat teratasi sendiri, segera hubungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *