fbpx
Article

Penemuan Sikat Gigi: Ternyata Berawal Dari Batang kayu, Lho!

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • Penemuan Sikat Gigi: Ternyata Berawal Dari Batang kayu, Lho!
Penemuan Sikat Gigi: Ternyata Berawal Dari Batang kayu, Lho!

Siapa sangka sikat gigi memiliki sejarah cukup panjang. Terdiri dari bulu pembersih dan tangkai atau gagang sebagai pegangan, sikat gigi yang kita kenal sekarang merupakan bentuk paling modern dari beberapa kali evolusi dan transformasi sejak berabad-abad yang lalu. 

Meskipun secara teknis tidak tercatat siapa yang pertama kali menemukan, tetapi tidak ada salahnya jika kita membahas sejarah panjang  penemuan sikat gigi  yang dirangkum dari berbagai sumber.

Sejarah Penemuan Sikat Gigi

Gambar beberapa sikat gigi

Kesadaran masyarakat untuk membersihkan gigi sudah ada sejak 3500 tahun yang lalu. Sejarah mencatat, pada saat itu penduduk Babilonia dan Mesir terbiasa membersihkan gigi menggunakan ranting kayu yang ujungnya telah digigit sehingga terbentuk serat kayu mirip dengan bulu sikat.

Penggunaan ranting diyakini dapat membersihkan gigi dengan baik karena mengandung antiseptik. Seperti halnya sikat gigi modern, ranting dipakai dengan cara disikatkan ke gigi dan sela-selanya. Kebiasaan membersihkan gigi dengan ranting ini pun menyebar ke kawasan Timur Tengah.

Di Timur Tengah, masyarakat setempat membersihkan gigi menggunakan ranting kayu siwak. Siwak diketahui memiliki kandungan silika yang bermanfaat untuk mencegah pembentukan plak dan menghilangkan noda kuning pada gigi. Siwak juga mengandung zat antibakteri alami untuk menghambat pertumbuhan kuman serta penyebab bau mulut.

Inilah mengapa sampai saat ini, penggunaan kayu siwak untuk sikat gigi masih sangat umum di kawasan Timur Tengah. Sejarah penggunaan sikat gigi dari bahan alami beralih ke abad 15 di China. Pada waktu itu masyarakat Tiongkok membuat sikat gigi dari bulu binatang yang dilekatkan ke stik bambu.

Sikat gigi dari stik bambu dinilai sebagai cikal bakal sikat gigi modern yang kita kenal sekarang. Transmigrasi besar-besaran yang dilakukan masyarakat Tiongkok ke berbagai penjuru dunia membuat sikat gigi bambu juga dikenal di kawasan Eropa. Sebelum sikat gigi bambu diperkenalkan, masyarakat Yunani di Eropa punya cara lain untuk membersihkan gigi.

Mereka menggosok gigi menggunakan kain atau spon yang dicelupkan ke air garam dan dicampur jelaga. Untuk menjangkau bagian belakang gigi, biasanya kain akan ditempelkan pada sebuah stik kayu berukuran kecil. Meskipun terlihat kurang efektif, nyatanya cara ini berhasil menjaga kesehatan gigi masyarakat Yunani selama berabad-abad.

Beberapa tahun kemudian, sikat gigi bambu asal Tiongkok yang mulai dikenal oleh masyarakat Eropa berkembang menjadi sikat gigi dari tulang dan bulu hewan. Sikat gigi tulang pertama kali ditemukan oleh William Addis, seorang warga Inggris, pada tahun 1780. 

Penemuan ini tentu membuat banyak pihak tertarik sehingga Addis berani memproduksi sikat gigi tulang secara massal dan menjual belikannya. Lama kelamaan, Addis pun kesulitan mencari bahan baku tulang. Dari kesulitan ini muncullah ide untuk mengganti tulang dengan plastik. Dari ide inilah awal terciptanya sikat gigi modern dicatat oleh sejarah.

Evolusi Sikat Gigi Modern

Gambar beberapa sikat gigi

Penggunaan bulu hewan sebagai sikat gigi lama-lama dianggap kurang efektif. Selain dianggap tidak ramah satwa, dibutuhkan proses sterilisasi cukup lama untuk memastikan bulu benar-benar bersih dan bisa dipakai untuk sikat gigi. Penemuan sikat gigi modern pun mulai dikembangkan lagi.

Pada tahun 1937, Wallace H. Carothers dari Laboratorium Du Pont, sebuah perusahaan industri kimia, menciptakan bulu sikat berbahan nilon. Bahan nilon dianggap efektif karena mudah ditemukan, diproduksi, dan dibersihkan. Selain itu nilon juga tidak mudah lepas.

Gagang plastik dan bulu nilon adalah bahan pembuatan sikat gigi yang berkembang sampai saat ini. Setiap tahun, bulu nilon juga mengalami evolusi sehingga hadir dalam berbagai bentuk yang dinilai cukup efektif dalam membersihkan gigi dan sela-selanya. Gagang plastik pada sikat gigi pun selalu mengalami transformasi.

Dari yang awalnya hanya berbentuk lurus tanpa sudut atau lekukan, kini gagang sikat gigi hadir dengan berbagai bentuk dan ukuran. Bahkan untuk anak-anak dan bayi, sikat gigi hadir dengan bentuk yang tidak kalah inovatif. Untuk anak-anak, sikat gigi biasanya hadir dalam bentuk lebih kecil begitu pula dengan bulu sikatnya.

Sementara itu untuk bayi, sikat gigi biasanya tidak memiliki gagang namun selubung plastik yang bisa dimasukkan ke jari dan dilengkapi dengan bulu halus. Bentuk ini memudahkan ibu menggosok gigi bayi yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Bulu halus pada sikat gigi bayi kelihatannya juga tidak terlalu kuat.

Meskipun begitu, bulu halus tersebut cukup efektif untuk membersihkan sisa makanan dari gigi dan lidah bayi. Dalam perkembangannya, sikat gigi untuk dewasa hadir dalam bentuk elektrik. Sikat gigi elektrik ini memungkinkan kita membersihkan gigi tanpa menggerakkan jari.

Bagi yang mager atau malas sikat gigi, inovasi sikat elektrik ini cocok untuk kamu. Nah, itulah ulasan tentang sejarah penemuan sikat gigi hingga menjadi bentuk modern yang kita kenal sekarang. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Kapan Sikat Gigi Harus Diganti? Yuk, Cari Tahu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *