fbpx
Article

Jangan Salah! Simak Perbedaan Dokter Gigi Anak dan Dewasa

  • Home
  • -
  • Lainnya
  • -
  • Jangan Salah! Simak Perbedaan Dokter Gigi Anak dan Dewasa
Jangan Salah! Simak Perbedaan Dokter Gigi Anak dan Dewasa

Dokter spesialis gigi anak merupakan salah satu dari beberapa spesialisasi dokter gigi yang paling banyak dicari di Indonesia. Mengacu pada nama spesialisasinya, mungkin Anda sudah menduga bahwa profesi dokter gigi ini hanya memiliki pasien anak-anak. Apakah benar demikian?

Kali ini, Axel Dental akan sekilas menjelaskan tentang perbedaan dokter gigi anak dan dewasa serta masing-masing ranah kerjanya. Jadi, Anda bisa lebih mengenal mengenai berbagai spesialisasi profesi kedokteran gigi. Berikut ulasannya. 

Mengapa Dokter Gigi Anak dan Dewasa Perlu Dibedakan?

Ilustrasi gambar seorang dokter spesialis gigi anak sedang melakukan praktek

Alasan diadakannya spesialisasi khusus untuk perawatan gigi anak adalah karena perbedaan struktur dari gigi anak dan gigi dewasa itu sendiri. Karena adanya perbedaan struktur anatomi, masalah-masalah gigi dan mulut yang timbul pun juga berbeda. Akibatnya, penanganan yang diberikan pun juga akan berbeda.

Atas dasar inilah spesialisasi kedokteran gigi anak diadakan. Dokter spesialis gigi anak sebagai ‘output’ dari program pendidikan spesialis akan dididik dan dilatih agar bisa menangani masalah gigi dan mulut yang terjadi pada anak-anak

Ranah Kerja Dokter Spesialis Gigi Anak

Dokter spesialis gigi anak memiliki cakupan kerja pada bidang-bidang berikut.

  1. Pemeriksaan kesehatan mulut bayi serta mulut dan gigi anak secara menyeluruh.
  2. Membantu mengatasi kerusakan gigi anak yang biasanya disebabkan karena kebiasaan yang dilakukannya. Sebagai contoh, kebiasaan mengisap jari atau penggunaan dot untuk minum susu formula.
  3. Memberikan diagnosis dan tata laksana perawatan/pengobatan untuk masalah pertumbuhan gigi anak.
  4. Memberikan intervensi atas masalah pada gigi susu anak, komplikasi teething (tumbuh gigi), maupun cedera yang menyebabkan gigi anak patah atau retak.
  5. Memberikan tata laksana untuk penyakit gigi dan mulut pada anak yang memiliki kebutuhan kesehatan khusus.

Apakah Dokter Spesialis Gigi Anak Bisa Melayani Pasien Dewasa?

Pasien dari dokter gigi spesialis anak memang sudah bisa dipastikan merupakan anak-anak. Meski demikian, terkadang ada kalanya Anda penasaran, apakah dokter spesialis gigi anak melayani pasien dewasa? Jawabannya adalah tidak.

Pada umumnya, pasien dokter gigi spesialis anak berusia bayi (kurang dari 1 tahun), anak-anak, dan remaja. 

Walaupun begitu, bukan berarti dokter gigi ini tidak memiliki kapasitas untuk memberikan pemeriksaan, penetapan diagnosis, serta penatalaksanaan untuk masalah kesehatan gigi dan mulut dasar. Pasalnya, dokter gigi spesialis gigi anak awalnya adalah dokter gigi umum. 

Lalu, apa beda dari dokter gigi anak dan dokter gigi umum? Anda bisa mengetahui perbedaannya pada penjelasan berikutnya.

Perbedaan Dokter Gigi Spesialis Gigi Anak dan Dokter Gigi Umum

Di Indonesia, dokter spesialis gigi anak memiliki titel Sp.KGA. Untuk memperoleh titel ini, tentunya seseorang harus menempuh jalur pendidikan spesialis terlebih dahulu. Hal inilah yang membedakan antara dokter gigi spesialis dan dokter gigi umum.

Selain itu, cakupan kerja dan target praktik kedokteran gigi anak berbeda jika dibandingkan dengan dokter gigi umum. 

1. Latar Belakang Pendidikan

Agar bisa menjadi seorang dokter gigi anak, seseorang harus menempuh pendidikan untuk memperoleh gelar dokter gigi umum terlebih dahulu. Untuk itu, calon dokter gigi harus lulus program pendidikan praklinik strata-1 (berlangsung 4 tahun), dan pendidikan klinik (rata-rata 2 tahun). 

Setelah itu, ia wajib mengikuti rangkaian tes agar bisa dinyatakan mampu menjadi seorang dokter gigi umum. Beberapa instansi yang menyediakan program pendidikan dokter gigi spesialis mewajibkan adanya pengalaman kerja di klinik selama waktu tertentu. Jika syarat ini terpenuhi, program pendidikan dokter spesialis gigi anak akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 5 semester. 

Bagaimana dengan dokter gigi umum? Dokter gigi umum menempuh jalur pendidikan strata-1 yang sama dengan dokter gigi spesialis gigi anak—yaitu 4 tahun pendidikan praklinik ditambah dengan pendidikan klinik selama 2 tahun. Akan tetapi, dokter gigi umum tidak menempuh pendidikan lanjutan (pendidikan spesialis). 

2. Cakupan Kerja

Target pelayanan dari seorang dokter spesialis gigi anak tentunya adalah anak-anak mulai usia bayi hingga remaja. Di sisi lain, dokter gigi umum juga bisa melayani pasien anak-anak. Hanya saja, kemampuan yang dimiliki lebih terbatas jika dibandingkan dengan dokter gigi anak. 

Dokter gigi anak perlu memiliki skill pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar. Dengan begitu, meski tidak melayani orang dewasa pada praktiknya, dokter gigi anak bisa diminta untuk melakukan prosedur kedokteran gigi dasar pada orang dewasa.

Axel Dental: Dokter Andalan, Layanan Jempolan

Kebiasaan baik memeriksakan gigi dan mulut ke dokter gigi penting untuk dipupuk sejak dini. Dengan demikian, anak akan terbiasa untuk merawat giginya.

Bagi anak, klinik dokter gigi merupakan salah satu tempat yang ‘terkenal’ menyeramkan. Padahal hal ini tidak seharusnya terjadi. Dengan pendekatan yang memperhatikan psikologis anak, anak bisa diajak dengan lebih mudah untuk melakukan perawatan gigi di klinik.

Axel Dental sebagai salah satu klinik gigi terkemuka di Jabodetabek menyediakan layanan kesehatan gigi anak bersama dokter spesialis gigi anak yang berpengalaman. Tidak hanya itu, tarif berobat di klinik Axel Dental terkenal terjangkau. Dengan kualitas layanan prima, Anda bisa menjadikan Axel Dental sebagai klinik gigi tidak hanya untuk anak, tetapi untuk seluruh anggota keluarga Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Axel Dental adalah klinik gigi keluarga terpercaya Indonesia dengan desain modern & nyaman dan harga terjangkau. Bersama klinik kami, anda akan ditangani oleh dokter-dokter gigi terbaik dari lulusan universitas terkemuka di Jakarta.