fbpx
Article

Biar Senyum Semanis Gula, Ini 4 Cara Rapihkan Gigi Berantakan

  • Home
  • -
  • Tips Gigi
  • -
  • Biar Senyum Semanis Gula, Ini 4 Cara Rapihkan Gigi Berantakan
Biar Senyum Semanis Gula, Ini 4 Cara Rapihkan Gigi Berantakan

Dunia medis memperkenalkan delapan cara merapikan gigi berantakan. Empat metode di antaranya adalah kawat gigi, Invisalign, dental contouring, dan dental crown.

Cara-cara ini dapat memperbaiki masalah susunan organ pengunyah yang tak rapi karena terlalu menonjol, terlalu berjarak, terlalu rapat, overbite, runcing, bengkok, retak, dan lain-lain.

Gigi berantakan mempengaruhi cara seseorang bergaul karena kurangnya rasa percaya diri. Selain itu, kondisi ini juga bisa berdampak pada berubahnya bentuk wajah serta kesulitan bicara atau tersenyum.

Oleh karenanya, artikel ini akan menyuguhkan informasi lebih dalam mengenai empat cara merapikan gigi berantakan di dokter gigi. Simak satu-persatu, ya!

Memasang Kawat Gigi (Behel)

Cara ini adalah yang paling populer di antara yang lainnya. Waktu yang direkomendasikan bagi seseorang untuk memasang behel gigi adalah dalam rentang usia 8–14 tahun ketika jaringan tulang belum terbentuk dengan keras sehingga gigi lebih mudah untuk menerima perawatan.

Hal ini tidak mengindikasikan bahwa pemasangan behel di atas rentang usia tersebut adalah suatu tindakan yang salah. Siapa saja diperbolehkan menggunakan behel sepanjang organ-organ dalam mulutnya sehat.

Kesabaran dan komitmen turut dibutuhkan saat proses berjalan, karena hasilnya tak bisa dinikmati hanya dalam hitungan hari. Sekali memasang behel, Anda akan diminta bersabar menggunakannya hingga sekitar 2 tahun ke depan tergantung pada kondisi gigi.

Meskipun efektif, penggunaannya memerlukan pengawasan dari dokter gigi, utamanya jika behel dipasang ketika dewasa. Masalahnya, di usia ini, tulang rahang sudah berhenti tumbuh dan risiko gigi rusak lebih besar.

Pemasangan behel juga dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri, sariawan, rasa tidak nyaman karena tidak terbiasa, serta luka pada gusi akibat kawat gigi.

Baca juga: Sangat Dianjurkan Oleh Dokter! 7 Cara Merawat Kawat Gigi Ini!

Cara Merapikan Gigi Berantakan: Memasang Invisalign

Memasang invisalign merupakan salah satu cara merapikan gigi berantakan
Invisalign

Cara ini memang kurang populer, tetapi Invisalign berfungsi sama efektifnya dengan behel untuk memperbaiki susunan gigi yang tingkat keparahannya ringan, semacam rahang atas dan bawah yang tak sejajar (overbite) serta gigi yang agak renggang atau terlalu rapat.

Bedanya, alat ini dapat dilepas-pasang sewaktu-waktu. Invisalign sebenarnya merupakan suatu merek dagang produk perawatan gigi yang dimanufaktur di Amerika Serikat. Produknya sendiri berbentuk menyerupai jaket gigi.

Jika Anda pernah melihat alat penahan atau retainer yang biasa digunakan pasca-perawatan dengan behel, seperti itulah tampilan Invisalign. Hanya saja, Invisalign lebih lentur dan berbahan plastik bening.

Cara kerjanya juga berbeda, yaitu dengan melapisi dan menekan gigi yang berantakan agar letaknya sesuai seperti yang seharusnya.

Proses perawatan dimulai dengan pemberian beberapa buah cetakan Invisalign pada Anda yang ukurannya berbeda-beda. Tiap cetakan memiliki rentang masa pemakaian, mulai 1 hingga 2 pekan. Tiap masa pemakaiannya berakhir, Anda diharuskan mengganti cetakannya.

Dengan ukuran yang tak sama, sensasi yang diberikan oleh tiap cetakan Invisalign juga tak serupa. Alat ini harus melapisi gigi Anda selama 20–22 jam per harinya dan hanya boleh dilepas waktu membersihkan gigi, minum minuman manis atau panas, serta saat makan.

Membersihkannya setiap hari menjadi kewajiban Anda. Cara merapikan gigi berantakan ini hanya boleh ditangani oleh ortodontis yang telah berpengalaman.

Membentuk Ulang Gigi (Dental Contouring)

Pembentukan ulang gigi adalah salah satu cara merapikan gigi berantakan

Dental contouring atau reshaping termasuk cara merapikan gigi berantakan untuk kasus-kasus gigi yang lebih menonjol dari gigi lain, gigi runcing, dan agak bengkok.

Selain daripada ketiga kasus ini, dental contouring tidak akan bermanfaat, terutama bagi orang dengan gigi sensitif, gigi berlubang, gusi bermasalah, atau jika tengah menempuh layanan servis perawatan saluran akar pada gigi.

Hal ini karena cara kerja dental contouring melibatkan pengikisan sedikit lapisan email dengan tujuan membuat permukaan gigi menjadi halus. Nah, lapisan email yang terkikis dapat memicu komplikasi lain bagi gigi sensitif berupa kerusakan permanen pada gigi atau nyeri yang intens.

Mahkota Gigi Tiruan (Dental Crown)

Dental crown, merupakan salah satu cara merapikan gigi berantakan
Mahkota Gigi

Dental crown dapat mengatasi permasalahan gigi yang tidak rata, retak, patah, berlubang, serta yang terdiskolorasi menjadi kekuningan atau menghitam.

Prosedur dental crown menggunakan berbagai bahan mulai dari resin hingga baja anti karat dengan daya tahan yang berbeda-beda, yaitu sekitar 5–15 tahun lamanya.

Perawatan dimulai dengan pemeriksaan dan rontgen gigi guna mengetahui kondisi akar dan tulang. Jika terdapat gigi busuk yang sekiranya berpotensi memicu infeksi, dokter gigi akan lebih dahulu menangani hal tersebut dengan memberikan tindakan perawatan saluran akar.

Setelah perawatan tersebut selesai, dental crown baru bisa dipasang. Pemasangannya memakan waktu 1–2 hari tergantung pada tingkat kesulitannya. Agar tak mudah rusak, Anda harus memperhatikan kebersihan gigi dan mulut harian.

Penutup

Sebenarnya, tak mengapa membiarkan gigi berantakan tanpa perawatan selama kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah lain yang lebih serius.

Misalnya, beberapa pengidap gigi bertumpuk atau gingsul justru menganggap ketidakteraturan organ pengunyah itu sebagai ‘pemanis’ dan hidup tanpa komplikasi akibat hal tersebut.

Namun, untuk kasus-kasus yang lebih parah, tentu saja dibutuhkan bantuan ahli yang paham bagaimana cara merapikan gigi berantakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *