fbpx
Article

7 Efek Alkohol Pada Kesehatan Gigi dan Mulut, Ngeri Jadi Kanker!

  • Home
  • -
  • Seputar Gigi
  • -
  • 7 Efek Alkohol Pada Kesehatan Gigi dan Mulut, Ngeri Jadi Kanker!
7 Efek Alkohol Pada Kesehatan Gigi dan Mulut, Ngeri Jadi Kanker!

Kebanyakan orang sudah tahu bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan tubuh. Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga bisa mengganggu kesehatan gigi dan mulut. Jika terus mengonsumsi minuman ini secara berlebihan, lama kelamaan gigi dan gusi akan mengalami kerusakan bahkan meningkatkan risiko kanker!

Berikut ini beberapa risiko gangguan kesehatan mulut dan gigi yang bisa terjadi jika Anda terus menerus mengonsumsi minuman beralkohol.

Mengikis Enamel Gigi

Minuman beralkohol umumnya memiliki kadar pH yang rendah. Artinya, minuman ini bersifat asam. Paparan asam secara terus menerus pada gigi lama kelamaan akan mengikis lapisan enamel gigi. Akibatnya gigi menjadi rapuh dan gigi mengalami erosi serta abrasi gigi.

Selain membahayakan gigi secara langsung, minuman beralkohol juga bisa mengikis enamel gigi secara tidak langsung. Sering mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa melemahkan otot faring. Hal ini membuat Anda menjadi mudah muntah. Karena itulah seseorang yang terlalu banyak minum minuman beralkohol biasanya akan muntah.

Muntahan ini mengandung cairan lambung yang juga bersifat asam. Cairan lambung ini juga turut berkontribusi mengisi enamel gigi. 

Gigi Berwarna Kusam dan Kekuningan

Minuman beralkohol umumnya juga mengandung kromogen, yaitu zat yang digunakan untuk memberi warna pada minuman ini. Ketika enamel gigi sudah semakin rapuh karena paparan asam, pewarna tersebut juga jadi lebih mudah menempel pada gigi. Akibatnya, para pecandu alkohol umumnya giginya akan berwarna kekuningan.

Menimbulkan Bau Mulut

Meski terlihat sepele, air liur sebenarnya memiliki fungsi penting. Ketika mengonsumsi alkohol secara terus menerus dan dalam jangka panjang, kelenjar ludah akan mengalami pembengkakan atau yang biasa disebut dengan sialadenosis. Hal ini terjadi karena produksi dan metabolisme kelenjar ludah terganggu.

Sialadenosis mengakibatkan mulut menjadi kering karena berkurangnya produksi air ludah. Akibatnya, tingkat keasaman atau pH mulut juga ikut berkurang. Tanpa adanya pH yang memadai, rongga mulut jadi rentang terserang bakteri. Apalagi jika tidak disertai dengan kebiasaan membersihkan dan menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Hal ini membuat mulut jadi berbau tidak sedap.

Menyebabkan Radang Pada Gusi

Selain gigi, dampak buruk alkohol juga bisa muncul pada gusi. Mengonsumsi minuman beralkohol secara terus menerus dapat menimbulkan gingivitis atau radang gusi. Masalah ini ditandai dengan pendarahan pada gusi, gusi membengkak, gusi terasa turun, hingga gigi yang menjadi sensitif. Jika tidak segera ditangani, gingivitis juga bisa menyebabkan infeksi parah pada gusi.

Tidak hanya itu saja, angular cheilitis juga umumnya terjadi pada orang yang ketagihan mengonsumsi minuman beralkohol. Angular cheilitis adalah peradangan yang terjadi di sekitar sudut mulut. Masalah ini ditandai dengan luka yang kadang tampak seperti koreng atau bekas luka mongering di sudut mulut.

Lidah Merah dan Terasa Terbakar

Efek alkohol pada gigi dan mulut tidak hanya terbatas pada gigi dan gusi saja. Lidah juga berpotensi mengalami radang jika Anda terus mengonsumsi alkohol. Radang pada lidah atau glossitis ditandai dengan lidah yang tampak licin dan terasa sakit. 

Ketika glossitis sudah semakin parah, maka lidah akan memerah dan terasa panas seperti terbakar. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, mengonsumi makanan apapun akan terasa tidak nyaman. 

Plak pada Gigi Menumpuk 

Minuman beralkohol memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini berkontribusi terhadap besarnya risiko kerusakan gigi dan penumpukan plak. Bakteri di mulut akan membentuk plak ketika Anda mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kadar gula. 

Makanan seperti ini memberikan energi untuk bakteri ini sehingga enamel gigi Anda menjadi lebih mudah rusak. Karena itulah, mengonsumsi minuman atau makanan rendah gula bisa membantu melindungi gigi Anda dari bakteri penyebab kerusakan gigi. 

Risiko Kanker Mulut Meningkat

Mengonsumsi minuman beralkohol juga meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut dan orofaring. Dalam sebuah penelitian berjudul Effect of Alcoholism on Oral Health (2017), mengonsumsi minuman beralkohol sekaligus merokok meningkatkan risiko kanker mulut hingga 38 kali lipat.

Baik minuman beralkohol dan rokok diketahui berbahaya untuk gigi dan mulut . Minuman beralkohol memiliki efek membuat dinding sel menjadi dehidrasi, akibatnya zat karsinogen pada rokok menjadi lebih mudah masuk ke jaringan mulut. 

Tidak hanya itu saja, zat etanol pada minuman beralkohol dapat mengurangi produksi air ludah. Akibatnya mulut semakin kering dan menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Dengan banyaknya efek alkohol pada gigi mulut yang merugikan, maka lebih baik Anda menghindari minuman ini. Mereka yang sudah kecanduan mungkin akan kesulitan untuk langsung berhenti mengonsumsinya. Jadi Anda bisa melakukannya dengan perlahan atau ikut terapi untuk berhenti mengonsumsi alkohol. 

Jika Anda sudah mengalami beberapa gejala pada gigi dan gusi seperti penjelasan di atas, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Jika Anda tinggal di daerah Jabodetabek, klinik dokter gigi terpercaya Axel Dental bisa memberikan perawatan untuk masalah kesehatan gigi dan gusi seperti menambal gigi, membersihkan karang gigi, memutihkan gigi, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *