fbpx
Article

Mengenal Gigi Bungsu, Berbagai Masalah dan Cara Perawatannya

  • Home
  • -
  • Keluhan Gigi
  • -
  • Mengenal Gigi Bungsu, Berbagai Masalah dan Cara Perawatannya
Mengenal Gigi Bungsu, Berbagai Masalah dan Cara Perawatannya

Pernahkah kamu mendengar tentang gigi bungsu? Berdasarkan Dental Research Journal, sebanyak 5 – 37% populasi di dunia tidak memiliki gigi bungsu. Apa sebenarnya gigi bungsu itu? Normalkan jika kita tidak memiliki gigi bungsu dan masalah apa saja yang mungkin terjadi pada gigi bungsu?

Gigi kita biasanya akan mengalami pergantian saat usia 7 sampai 12 tahun. Di usia ini, gigi susu akan tanggal satu per satu dan berganti dengan gigi dewasa. Tapi, tahukah kamu kalau setelah fase ini manusia masih mengalami pertumbuhan gigi lagi? Gigi yang tumbuh di usia remaja sampai dewasa awal ini disebut dengan gigi bungsu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai apa itu gigi bungsu dan masalah-masalah apa saja yang umum terjadi pada gigi bungsu. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Gigi Bungsu?

Seperti namanya, gigi bungsu adalah gigi yang tumbuh paling akhir. Dalam bahasa Inggris, gigi bungsu disebut dengan wisdom teeth. Gigi ini tumbuh pada bagian paling ujung gusi, di bagian belakang mulut. Kamu akan memiliki dua gigi bungsu bagian atas dan dua bagian bawah untuk mendapatkan jumlah gigi lengkap orang dewasa yakni 32 buah gigi.

Gigi bungsu merupakan gigi geraham yang paling keras dengan permukaan paling luas yang akan membantumu menggiling makanan. Tapi, tidak semua orang mengalami pertumbuhan gigi bungsu. Punya gigi bungsu atau tidak itu sebenarnya sama-sama normal. Jadi kalau kamu tidak mengalami pertumbuhan gigi bungsu itu sebenarnya tidak masalah.

Gigi bungsu normal yang tumbuh pada posisi yang tepat, gigi belakang ini bisa memberikan dukungan di bagian belakang mulut dan menjaga bentuk tulang rahang dengan baik. Tapi sebenarnya secara umum kita tidak terlalu membutuhkan gigi bungsu. Meskipun dulu nenek moyang kita membutuhkannya, namun tidak dengan kita saat ini.

Zaman dulu, manusia primitif banyak makan tumbuhan mentah, kacang-kacangan keras dan daging yang keras. Untuk menggiling semua makanan ini agar dapat dicerna dengan baik, diperlukan gigi bungsu. Saat ini, berbagai jenis makanan dan peralatan modern menghilangkan kebutuhan kita akan gigi bungsu.

Karena perubahan pola makan ini, manusia mengalami perubahan evolusioner kecil. Misalnya bentuk rahang kita yang jadi lebih kecil. Itulah sebabnya kenapa sebagian orang tidak memiliki cukup ruang di mulut mereka untuk tempat tumbuhnya gigi bungsu.

Kapan Gigi Bungsu Tumbuh?

Seperti yang sudah disebutkan di awal artikel, gigi bungsu adalah gigi yang tumbuh paling akhir. Lalu gigi bungsu tumbuh umur berapa? Gigi ini akan muncul ketika kita berusia antara 17 sampai 25 tahun. Kadang, gigi bungsu bisa tumbuh dengan normal dan tidak menyebabkan masalah bagi pemiliknya. 

Apa gigi bungsu harus dicabut? jika kasus gigi bungsu tumbuh miring yang tersangkut di gusi atau tulang rahang dan tumbuh ke dalam (impaksi). Jika ada masalah pada gigi bungsu yang menyebabkan infeksi, dokter gigi biasanya akan menyarankan  gigi bungsu dicabut.

Masalah Umum yang Terjadi Saat Gigi Bungsu Tumbuh

Meski ada sebagian orang yang mengalami pertumbuhan gigi bungsu tanpa masalah, namun ada juga yang mengalami sakit pada bagian gusi atau tulang rahang saat gigi ini tumbuh. Ada beberapa masalah umum yang perlu kamu perhatikan ketika gigi bungsu mulai tumbuh. Apa saja?

Impaksi Gigi Bungsu

Impaksi pada gigi bungsu adalah masalah yang sangat umum pada pertumbuhan gigi terakhir ini. Kondisi ini terjadi ketika gigi bungsumu terjebak sebagian atau seluruhnya di dalam gusi atau tulang rahang.

Gigi bungsu yang mengalami impaksi bisa menimbulkan rasa sakit, kerusakan pada gigi lain di sebelahnya dan berbagai masalah gigi lainnya. Dalam beberapa kasus, gigi bungsu yang impaksi mungkin tidak menimbulkan masalah secara langsung. Tapi karena susah dibersihkan –karena posisinya yang berada di paling ujung mulut membuat gigi ini lebih rentan terhadap kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Gigi bungsu sakit yang menyebabkan nyeri atau komplikasi lainnya biasanya akan dicabut. Beberapa dokter dan ahli bedah mulut juga biasanya akan menyarankan gigi bungsu yang impaksi untuk operasi atau dicabut. Hal ini dilakukan untuk mencegah masalah dan gejala yang mengganggu di kemudian hari.

Peradangan dan Infeksi pada Gusi

Pada dasarnya, semua gigi kita bisa mengalami radang dan infeksi. Namun seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, gigi bungsu sakit mengalami peluang lebih besar untuk mengalami kerusakan karena posisinya yang susah dijangkau untuk dibersihkan. Inilah yang menyebabkan gigi bungsu mengalami infeksi.

Makanan dan bakteri bisa terperangkap di antara gigi dan gusi. Jarak antara gigi bungsu dan bagian belakang mulut juga mudah terlewatkan ketika kamu menyikat gigi atau menggunakan benang gigi

Beberapa jenis bakteri bisa menyebabkan infeksi di dalam dan di sekitar gigi ini. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, infeksi bisa menyebar ke area lain di mulut dan kepala. Jenis bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pada gigi bungsu (dan gigi lainnya) antara lain Streptococcus, Actinomyces, Fusobakteri dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi gigi bungsu yang infeksi, dokter mungkin akan menyarankan prosedur perawatan gigi untuk memperbaiki kondisinya. Bisa juga dengan merekomendasikan pencabutan gigi. Dokter akan memeriksa gigimu dan melakukan rontgen pada area tersebut. Ini akan membantu dokter untuk menentukan jenis perawatan apa yang cocok untukmu.

Kerusakan Jaringan Lunak

Kerusakan atau infeksi pada jaringan lunak di sekitar mahkota gigi yang terimpaksi sebagian dalam istilah medis disebut dengan perikoronitis. Peradangan ini memang umum terjadi pada gusi dari geraham bungsu dan harus segera ditangani.

Apabila perikoronitis yang kamu alami tidak segera diatasi, radang bisa memicu kerusakan pada susunan gigi. Masalah ini juga dapat mengakibatkan infeksi menyebar hampir ke semua bagian mulut. Infeksi umumnya terjadi pada gigi bungsu yang tidak tumbuh dengan normal, tumbuh dengan posisi miring atau tertahan (tertanam). Kondisi ini paling umum terjadi pada gigi bungsu bagian bawah tapi juga bisa terjadi pada gigi lainnya.

Perikoronitis bisa muncul secara tiba-tiba dalam waktu singkat (akut) dan bisa juga terjadi secara perlahan (kronis). Gejala yang dirasakan oleh setiap orang juga bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Namun secara umum, penderita perikoronitis akut bisa merasakan sejumlah gejala seperti:

  • Gusi bengkak
  • Nyeri yang tajam di area sekitar gigi geraham
  • Mengalami kesulitan atau rasa sakit ketika akan membuka mulut atau saat mengunyah makanan
  • Gusi yang terinfeksi mengeluarkan nanah
  • Kelenjar getah bening di bagian leher atau bawah rahang mengalami pembengkakan
  • Demam.

Pada pericoronitis yang kronis, gejala yang muncul sedikit berbeda. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bau mulut tidak sedap, nyeri gigi yang terasa selama 1-2 hari dan rasa tidak enak atau tidak nyaman di dalam mulut.

Nyeri dan Ketidaknyamanan

Rasa sakit dan tidak nyaman ketika gigi bungsu tumbuh bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk impaksi gigi yang disebutkan pada poin pertama. Jika impaksi adalah penyebabnya, hal terbaik yang perlu kamu lakukan untuk mengatasinya adalah dengan mengunjungi dokter gigi untuk melakukan pemeriksaaan. 

Namun jika kamu masih berada di rumah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan mengatasi nyeri dan rasa tidak nyaman pada gigi bungsu:

Kompres dengan Es

Es adalah salah satu solusi paling efektif untuk menghilangkan rasa pegal, bengkak dan nyeri. Ini karena suhu dingin bisa memberikan efek kebas dengan menyempitkan pembuluh dan mengurangi sirkulasi. Menempelkan es atau kompres dingin ke area yang nyeri secara signifikan akan membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Tempelkan kompres es pada rahang yang sakit hingga 15 menit atau secara berkala sampai Ada merasa nyerinya reda. Kamu juga bisa meminum air es jika memang hal tersebut dirasa bisa membantu mengurangi nyeri.

Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Bantuan dari obat pereda nyeri yang dijual bebas mungkin bisa membantu menghilangkan rasa sakit. Obat-obat yang bisa kamu gunakan antara lain adalah ibuprofen, acetaminophen dan naproxen. Perlu diketahui bahwa konsumsi obat-obatan untuk wanita hamil dan menyusui sebaiknya dilakukan dengan rekomendasi dari dokter.

Baca juga: 11 Pilihan Antibiotik untuk Sakit Gigi yang Perlu Anda Ketahui

Berkumur dengan Air Garam

Dalam beberapa kasus, sakit pada gigi bungsu bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Berkumur dengan menggunakan air garam bisa membantumu meringankannya.

Air garam mengandung magnesium, zinc, zat besi dan potasium yang diketahui bisa mengurangi peradangan, mempercepat penyembuhan luka, sayatan dan goresan. Selain itu, air asin juga memiliki sifat disinfektan alami yang dapat membantu penyebaran bakteri penyebab infeksi.

Nyeri kadang juga bisa disebabkan oleh akumulasi di jaringan gusi yang rusak di sekitar gigi bungsu. Karena itu, berkumur dengan menggunakan air garam bisa membantu kamu mengurangi rasa tidak nyaman pada gigi bungsu.

Untuk berkumur menggunakan air garam, kamu hanya perlu melarutkan beberapa sendok garam ke dalam segelas air hangat. Bilas area yang nyeri dengan berkumur selama beberapa menit sebelum membuangnya dari mulut.

Karena garam adalah mineral alami yang tidak memiliki efek samping, kamu bisa mengulangi proses ini sampai 2 atau 3 kali hingga pembengkakannya berkurang.

Menggunakan Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh mengandung eugenol, bahan aktif yang bisa membantu mengurangi peradangan, meredakan nyeri termasuk nyeri otot. Minyak ini juga memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi untuk mengurangi pembengkakan dan iritasi di area yang bermasalah. Untuk menggunakan minyak cengkeh, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Ambil bola kapas kemudian letakkan beberapa tetes minyak cengkeh di atasnya
  • Taruh bola kapas yang sudah diberi minyak cengkeh ke area yang sakit
  • Biarkan bola kapas berada di atas permukaannya sampai rasa sakitnya mereda.

Selain dengan menggunakan minyak cengkeh, kamu juga bisa menggunakan cengkehnya langsung. Caranya adalah:

  • Letakkan cengkeh di atas gigi bungsu yang sakit
  • Tanpa mengunyah, tutup mulut kamu dalam keadaan cengkeh tetap berada di tempatnya
  • Jika rasa sakit sudah mereda, ludahkan cengkeh dari mulut.

Tidur dengan Posisi Tinggi

Tidur dengan posisi tinggi kemungkinan akan membantu mengurangi aliran darah ke kepala. Ini akan memberimu rasa lega dan membantu untuk bisa tidur kembali. Teknik ini cocok digunakan bila nyeri terjadi di malam hari dan tidak ada klinik yang bisa membantumu.

Jika beberapa langkah di atas tidak bisa mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman pada gigi bungsumu, maka cara terbaik yang perlu dilakukan adalah dengan mengunjungi dokter gigi terdekat. Dokter akan membantu melakukan diagnosis dan langkah penanganan terbaik untuk meredakan rasa sakit yang kamu alami.

Ketidakseimbangan Gigitan

Kehadiran gigi bungsu bisa menyebabkan ketidaksejajaran rahang atau pada gigi lainnya. Ini menyebabkan gangguan ketidakseimbangan gigitan (bite imbalance). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh dokter untuk memastikan apakah kamu memang memiliki masalah bite imbalance karena gigi bungsu atau tidak.

Pertama, dokter akan melakukan tes tekanan sederhana. Tes ini melibatkan penggunaan kertas khusus. Dokter akan meminta kamu menggigitnya untuk melihat variasi kekuatan gigitan pada masing-masing area gigi. Ini akan membantu dokter mengidentifikasi karakteristik utama dari ketidakseimbangan gigitan.

Selanjutnya, dokter bisa menggunakan alat yang disebut T-scan. Alat ini adalah komputer kecil yang memungkinkan dokter gigi untuk mengukur dinamika oklusal yang menunjukkan letak gigi kamu dan posisinya ketika kamu sedang tidak menggigit sesuatu. Dikombinasikan dengan gambaran kepala, rahang dan mulut, dokter bisa mengidentifikasi apakah memang benar gigi bungsu adalah penyebab bite imbalance yang kamu alami atau memang ada kondisi lain.

Metode diagnosis ini memungkinkan dokter gigi membuat rencana perawatan yang sesuai untuk kamu. Apabila ketidakseimbangan gigitan yang disebabkan oleh gigi bungsu membuat proses mengunyah menjadi tidak optimal atau mengubah kondisi rahang kamu, dokter mungkin akan merekomendasikan gigi bungsu untuk dicabut.

Kerusakan pada Gigi Lain di Sebelahnya

Pertumbuhan gigi bungsu juga bisa menimbulkan masalah pada gigi lain di sebelahnya. Ketika gigi bungsu terbentur atau tidak punya cukup ruang untuk erupsi atau tumbuh dengan sempurna, gigi ini bisa mendorong gigi yang ada di sebelahnya. Ini mengakibatkan gigi tersebut keluar dari posisinya yang pada akhirnya akan membuat gigi menjadi tidak sejajar.

Pada beberapa kasus, gigi bungsu juga bisa menyebabkan kerusakan pada gigi di sebelahnya. Misalnya menyebabkan pembusukan pada akar gigi di dekatnya yang menyebabkan gigi tanggal.

Tumor

Masalah lain yang bisa dialami akibat pertumbuhan gigi bungsu yang tidak tepat adalah tumor. Meskipun kasusnya terbilang jarang, namun risiko tetap ada.

Tumor karena gigi bungsu biasanya dimulai ketika gigi mengalami impaksi. Impaksi bisa menyebabkan terbentuknya kantung berisi cairan di gusi. Jika kantung ini tidak dihilangkan, bisa mengeras menjadi tumor. Ini berpotensi menjadi kanker mulut dan komplikasi kesehatan mulut serius lainnya.

Prosedur Pencabutan Gigi Bungsu

dampak buruk jika gigi bungsu tumbuh

Setelah membaca penjelasan di atas, kamu tentu memahami bahwa komplikasi atau masalah pada gigi bungsu bisa berbeda-beda pada tiap orang. Tingkat keparahan yang dialami juga mungkin berbeda-beda. Namun pada kasus yang parah, perawatan yang paling umum untuk masalah pada gigi bungsu adalah dengan mencabutnya.

Menurut American Dental Association, pencabutan gigi bungsu dibutuhkan jika kamu mengalami beberapa gejala seperti:

  • Nyeri
  • Infeksi berulang di jaringan lunak belakang gigi bungsu
  • Muncul kantung berisi cairan (kista gigi)
  • Tumor
  • Kerusakan pada gigi di sebelahnya
  • Sakit gusi.

Proses pencabutan gigi bungsu biasanya dilakukan setelah dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pasien. Dalam prosedur pencabutan, dokter gigi atau dokter bedah mulut akan menggunakan anestesi atau obat bius. Beberapa opsinya antara lain:

  • Anestesi lokal. Obat bius akan disuntikkan satu kali atau lebih ke dekat lokasi gigi yang akan dicabut. Dengan anestesi ini, kamu akan tetap terjaga selama prosedur, hanya saja tidak akan merasakan sakit (kecuali hanya sedikit tekanan dan gerakan selama dokter mencabut gigi bungsumu)
  • Anestesi sedasi. Dokter gigi atau ahli bedah mulut akan memberikan sedasi lewat IV (intravena) untuk menekan kesadaran kamu selama prosedur dilakukan. Kamu mungkin tidak akan merasakan sakit apapun atau atau ingatan apapun selama operasi dilakukan
  • Anestesi umum atau bius total. Pada beberapa kasus, proses pencabutan gigi bungsu membutuhkan prosedur bius total. Kamu mungkin akan diberi obat bius lewat hidung atau lewat infus (atau keduanya) dan kamu akan kehilangan kesadaran selama prosedur operasi dilakukan.

Lalu, bagaimana prosedur pencabutan gigi bungsu berlangsung? Langkah-langkahnya secara umum adalah sebagai berikut:

  • Setelah memberikan anestesi, dokter akan membuat sayatan pada jaringan gusi untuk melihat gigi dan gusi
  • Selanjutnya, dokter akan menghilangkan tulang yang menghalangi akses ke akar gigi
  • Untuk memudahkan proses pencabutan, gigi akan dibelah menjadi beberapa bagian
  • Gigi dicabut
  • Dokter akan membersihkan area gigi yang dicabut dari sisa-sisa gigi atau tulang
  • Menjahit luka sayatan agar mempercepat proses penyembuhan (meskipun pada beberapa kasus, hal ini tidak dibutuhkan
  • Menempelkan kain kasa di atas lokasi pencabutan untuk mengontrol perdarahan dan membantu pembentukan bekuan darah.

Setelah prosedur pengangkatan selesai dilakukan, dokter akan memberitahumu tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama proses penyembuhan. Ini mencakup makanan dan minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh kamu minum, aktivitas apa saja yang tidak boleh dilakukan dan bagaimana prosedur pembersihan mulut selama masa penyembuhan.

Lalu, apakah ada risiko dari operasi ini? “Secara umum, risiko operasi pengangkatan gigi bungsu hanya berisiko menyebabkan rasa sakit, pembengkakan dan ketidaknyamanan yang akan reda dalam beberapa hari,” ungkap Ross Elledge, ahli bedah mulut dan maksilofasial dari Birmingham.

Pastikan patuhi semua saran dokter dan konsumsi obat sesuai anjuran. Dengan begitu, proses penyembuhan akan berlangsung cepat sesuai yang diharapkan.

Penanganan Gigi Bungsu Tumbuh

cara mencegahan  Gigi Bungsu

Gigi bungsu berlubang cenderung lebih mudah dibanding gigi lainnya. Jika kamu mengalami pertumbuhan pada gigi bungsu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari adanya masalah dan komplikasi di kemudian hari. Langkah-langkah pencegahan terhadap masalah gigi bungsu antara lain adalah:

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah hal yang krusial bagi semua orang, terlebih jika kamu memiliki gigi bungsu. Sikatlah gigi dua kali sehari, membersihkan gigi dengan benang dan menggunakan obat kumur bisa membantu mengurangi bakteri di mulut yang bisa menyebabkan infeksi.

Untuk penggunaan obat kumur, kamu direkomendasikan menggunakan kandungan obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Obat kumur yang tidak mengandung alkohol akan mengurangi risiko mulut menjadi kering.

Minum Banyak Air

Gigi bungsu yang berada di paling ujung mulut cenderung sulit dijangkau, bahkan dengan sikat dan benang gigi. Dengan minum banyak air putih, ini bisa membantu menghilangkan sisa-sisa makanan yang tertahan sehingga bakteri penyebab kerusakan gigi dan gusi bisa diminimalisasi.

Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Meskipun kamu menyukai makanan manis seperti kue dan permen, hindari mengonsumsinya dalam jumlah terlalu banyak. Makanan manis bisa tersangkut di celah gigi atau gusi yang rusak sehingga mendorong pertumbuhan bakteri.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang gigi bungsu dan berbagai masalah yang mungkin ditimbulkannya. Karena masalah pada gigi bungsu terbilang kompleks, memeriksakan diri ke dokter adalah langkah penanganan yang paling tepat.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan gigi bungsu yang tumbuh tidak menimbulkan masalah yang mengganggu. Jika memang gigi bungsu berisiko membahayakan atau membuat kamu menjadi tidak nyaman, prosedur pengangkatan atau pencabutan gigi bungsu bisa menjadi opsi terbaik untukmu.

Klinik gigi Axel Dental dengan pengalaman bertahun-tahun siap membantu kamu melakukan perawatan gigi bungsu dengan metode terbaik. Klinik gigi kami sudah tersebar di 17 cabang dengan dukungan dokter gigi tepercaya dan peralatan modern. Kunjungi Axel Dental Klinik untuk mengatasi semua permasalahan gigi dan mulut kamu. Cek layanan lengkap dan lokasi kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *